SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
Film Percy Jackson the Lighning Thief – Review
Maret 20th, 2011 by Rudra

Saya baru sempat menonton Percy jackson di DVD. saya tertarik karena beberapa orang bilang bahwa Percy jackson adalah Harry Potter generasi baru. kesan pertama ketika menonton adalah, “keren, dunia para dewa Olympus yang menyatu dengan nuansa modern”.

Saya cerita sedikit mengenai filmnya :

SPOILER

Ketika pertemuan Zeus dan Poseidon, saya membayangkan bahwa film ini akan penuh intrik para dewa. Tentu saja, kemudian film menyorot kehidupan Percy Jackson sebagai tokoh utama. Percy Jackson selain sebagai remaja biasa, juga memiliki kondisi yang disebut dengan disleksia (tidak mampu membaca huruf), dan ADHD (menjadi hiperaktif). Kehidupan Percy Jackson sendiri tidak begitu menggembirakan, ia mempunyai ayah tiri yang pemabuk dan sangat kasar dengan ibunya dan ketidakmampuannya membaca membuatnya susah untuk belajar. Untungnya, ia masih mempunyai sahabat bernama Grover yang selalu setia menemaninya. Grover sendiri memiliki cacat pada kakinya, sehingga Grover harus selalu memakai penopang kaki.

Jalan hidup Percy jackson berubah drastis ketika sekolahnya melakukan kunjungan ke museum. Mendadak seekor furry (sejenis monster yang bisa terbang) menyerang Percy dan meminta petir Zeus diberikan kepadanya. Si Furry menuduh Percy mencuri petir Zeus. Untung gurunya mr. Brunner menyadari bahwa Percy tidak ada, dan langsung mencarinya bersama Grover. Furry yang berusaha menyerang Percy dapat dihentikan oleh Mr. Brunner dan Grover. Mr. Brunner langsung menyuruh Percy untuk pulang dengan ditemani Grover. Mr. Brunner meminta kepada Grover agar Percy dibawa ke Perkemahan Demigod. Setelah menjemput ibunya, Percy pun berangkat bersama ibunya dan Grover menuju perkemahan Demigod.
Petualangan Percy jackson pun dimulai …

END OF SPOILER

Ok, Saya cukup senang dengan film ini, terutama karena mitologi Yunani ditampilkan secara berbeda dari biasanya (Sudah nonton Clash of The Titans?). Sayangnya alur cerita dirasa terlalu cepat dan monoton, sehingga tidak terasa adanya klimaks dan antiklimaks, yang mungkin sesuai untuk anak-anak. Intrik yang ada di film juga ringan, yang juga membuat penonton anak-anak mudah memahaminya. Untuk film yang berusaha menyaingi Harry Potter, film ini masih kurang disana-sini. Tetapi, untuk film hiburan di kala senggang, film ini cukup lumayan, apalagi jika ditonton anak-anak.

Share

Related posts:

  1. Akhirnya Torchlight Tamat Juga (dan Review) Saya mulai memainkan game Torchlight sejak tahun 2009 saat game...


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa
© Hak cipta untaiankisah.web.id.