Tadi, waktu shalat jum’at, Saya mendengarkan kisah bangkrut di akhirat. Dalam khotbah tersebut, Khotib menuturkan kisah tentang Nabi yang bercerita mengenai orang yang rajin ibadah, banyak berbuat baik, bersedekah, sehingga pahala yang dia miliki melimpah ruah, bisa diistilahkan kaya pahala. Kita sebut saja orang tersebut si fulan, tadinya si fulan ini sudah akan masuk surga, tetapi ternyata ketika dia akan masuk surga ada orang yang tidak setuju. Orang tersebut berkata bahwa si fulan tersebut telah berbuat dzalim kepadanya, sehingga kemudian pahala si fulan diambil dan diberikan kepada orang yang tidak setuju tersebut dan si fulan malah mendapat dosa akibat perbuatannya. Dan ini terjadi terus-menerus sampai si fulan tersebut habis pahalanya, yang terjadi malah si fulan ini bergelimang dosa akibat perbuatannya. Inilah yang disebut dengan bangkrut di akhirat.
Khotbah tersebut berkaitan dengan berbuat baik terhadap tetangga. Jadi, berdasarkan pelajaran di atas, Saya menyimpulkan bahwa sebaiknya kita berbuat baik kepada sesama dan dimulai dari yang paling dekat, yaitu tetangga. Semoga kalau saya bisa kaya di akhirat, tidak menjadi bangkrut karena jahat terhadap sesama. Aamiin.
No related posts.