Saya selalu berpikir setiap kali orang menyebut kurangnya partisipasi perempuan di berbagai hal, di bidang politik, pekerjaan, kegiatan, dsb. Pertanyaan yang muncul di kepala Saya adalah mengenai kesetaraan pekerjaan (atau mata pencaharian), pernah tidak kita berpikir mengenai persentase ideal jumlah pekerja pria dan wanita yang akan memberikan kesejahteraan ideal? Sebelum kita mengambil kesimpulan yang disebut setara adalah fifthy-fifthy (atau dalam angka 50%/50%) laki-laki dan perempuan, mari kita pertimbangkan faktor-faktor yang harus dipenuhi untuk mendapatkan kondisi sosial yang ideal di pandangan masyarakat (tentu saja berdasarkan pandangan Saya), yaitu :
***Peringatan***
Pembahasan berikutnya mungkin akan membuat Anda tersinggung, tetapi sungguh saya hanya ingin mengajak Anda melihat melalui kacamata Saya. Apabila Anda tidak masalah, silakan baca terus.
***Peringatan***
- Setiap laki-laki (terutama yang akan menjadi suami) harus dapat mencari nafkah untuk diri sendiri (dan wajib untuk keluarga, untuk yang sudah berkeluarga).
- Penghasilan yang didapat oleh perempuan adalah untuk dirinya sendiri, tidak harus diberikan kepada keluarga.
- Secara kodratinya manusia akan berusaha membentuk keluarga, otomatis setiap laki-laki akan menjadi ayah dan setiap perempuan akan menjadi ibu.
- Setiap laki-laki yang menjadi ayah harus dapat menjamin bahwa anaknya dapat tumbuh dengan baik di lingkungan yang sehat, yang tentu saja berkaitan dengan kemampuan menghidupi keluarga (menafkahi).
- Setiap perempuan harus dapat menjadi ibu bagi anak-anaknya, berarti merawat, mendidik, dan membesarkannya.
Apabila kita andaikan dalam 100 orang pekerja semua menikah. Berapa persentase yang paling tepat yang akan memberikan jumlah maksimal keluarga yang terjamin kehidupannya termasuk dalam pendidikan anaknya?
Batasan yang diberikan disini adalah :
- Tidak mempertimbangkan faktor luar seperti suami dan anak dari pekerja yang perempuan.
- Diasumsikan saja setiap keluarga akan memiliki 2 anak karena mengikuti program KB.
Kita coba beberapa perbandingan :
1. 50% laki-laki dan 50% perempuan
50% laki-laki akan berkeluarga, berarti :
Jumlah orang: 50% x 100 (jumlah total pekerja) x 2 (suami & istri) = 100 orang
50% perempuan, berarti :
Jumlah orang: 50% x 100 (jumlah total pekerja) = 50 orang
Anak 2 orang, berarti :
Jumlah orang: 50% x 100 (jumlah total pekerja) x 2 (anak-anak) = 100 orang
Total jumlah orang yang dihidupi : 100 orang (suami & istri) + 50 orang (perempuan) + 100 orang (anak-anak) =250 orang
2. 75% laki-laki dan 25% perempuan
75% laki-laki akan berkeluarga, berarti :
Jumlah orang: 75% x 100 (jumlah total pekerja) x 2 (suami & istri) = 150 orang
25% perempuan, berarti :
Jumlah orang: 25% x 100 (jumlah total pekerja) = 25 orang
Anak 2 orang, berarti :
Jumlah orang: 75% x 100 (jumlah total pekerja) x 2 (anak-anak) = 150 orang
Total jumlah orang yang dihidupi : 150 orang (suami & istri) + 25 orang (perempuan) + 150 orang (anak-anak) =325 orang
3. 25% laki-laki dan 75% perempuan
25% laki-laki akan berkeluarga, berarti :
Jumlah orang: 25% x 100 (jumlah total pekerja) x 2 (suami & istri) = 50 orang
75% perempuan, berarti :
Jumlah orang: 75% x 100 (jumlah total pekerja) = 75 orang
Anak 2 orang, berarti :
Jumlah orang: 25% x 100 (jumlah total pekerja) x 2 (anak-anak) = 50 orang
Total Jumlah orang yang dihidupi : 50 orang (suami & istri) + 75 orang (perempuan) + 50 orang (anak-anak) = 175 orang
4. 0% laki-laki dan 100% perempuan
0% laki-laki akan berkeluarga, berarti :
Jumlah orang: 0% x 100 (jumlah total pekerja) x 2 (suami & istri) = 0 orang
100% perempuan, berarti :
Jumlah orang: 100% x 100 (jumlah total pekerja) = 100 orang
Anak 2 orang, berarti :
Jumlah orang: 0% x 100 (jumlah total pekerja) x 2 (anak-anak) = 0 orang
Total Jumlah orang yang dihidupi : 0 orang (suami & istri) + 100 orang (perempuan) + 0 orang (anak-anak) = 100 orang
5. 100% laki-laki dan 0% perempuan
100% laki-laki akan berkeluarga, berarti :
Jumlah orang: 100% x 100 (jumlah total pekerja) x 2 (suami & istri) = 200 orang
0% perempuan, berarti :
Jumlah orang: 0% x 100 (jumlah total pekerja) = 0 orang
Anak 2 orang, berarti :
Jumlah orang: 100% x 100 (jumlah total pekerja) x 2 (anak-anak) = 200 orang
Total Jumlah orang yang dihidupi : 200 orang (suami & istri) + 0 orang (perempuan) + 200 orang (anak-anak) = 400 orang
Berarti :
- 50% laki-laki dan 50% perempuan jumlah orang yang bisa dihidupi adalah 250 orang.
- 75% laki-laki dan 25% perempuan jumlah orang yang bisa dihidupi adalah 325 orang.
- 25% laki-laki dan 75% perempuan jumlah orang yang bisa dihidupi adalah 175 orang.
- 0% laki-laki dan 100% perempuan jumlah orang yang bisa dihidupi adalah 100 orang.
- 100% laki-laki dan 0% perempuan jumlah orang yang bisa dihidupi adalah 400 orang.
Bagaimana seandainya faktor anak tidak dimasukkan? Mari kita lihat :
- 50% laki-laki dan 50% perempuan jumlah orang yang bisa dihidupi adalah 150 orang.
- 75% laki-laki dan 25% perempuan jumlah orang yang bisa dihidupi adalah 175 orang.
- 25% laki-laki dan 75% perempuan jumlah orang yang bisa dihidupi adalah 125 orang.
- 0% laki-laki dan 100% perempuan jumlah orang yang bisa dihidupi adalah 100 orang.
- 100% laki-laki dan 0% perempuan jumlah orang yang bisa dihidupi adalah 200 orang.
Bagaimana jika lajang semua? Yang ini tidak perlu dihitung repot-repot. Angkanya pasti tetap di posisi 100 orang.
Ok, berdasarkan hasil di atas, silakan disimpulkan sendiri. Bagaimana pendapat kalian?
No related posts.