10.10 anak android apt apt-get blog dosen IDE install internet islam istri itb keluarga kisah kubuntu kuliah lampung linka linux maverick modul movie ngajar package password praktikum programming pso sistem operasi software teknologi terminal tools troubleshooting tugas tutorial ubuntu ujian unix web website windows winxp wordpress
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
Pada tanggal 14 November 2010 kemarin, Saya menyempatkan diri bersama istri untuk mencoba restoran yoghurt yang berada di Jl. Jenderal Sudirman, Bandar Lampung. Posisinya yang di depan Roti Shereen dan di samping SMP N 2 Tanjungkarang termasuk tempat yang sering dilewati. Selain Igloo, tempat makan lain yang menawarkan yoghurt di Bandar Lampung adalah Scoop Heaven, yang menurut saya rasanya sangat kuat. Saya agak penasaran sama restoran Igloo yang menawarkan yoghurt juga, apakah rasanya berbeda? Atau sama saja?
Saat pertama masuk ke dalam restoran, terasa sekali suasana yang ingin dibangun adalah kafe tempat bersantai. Gaya yang diterapkan pada desain interior restoran berciri ringan dan khas anak muda.
Pilihan menu lumayan banyak, dari minuman dingin sampai panas tersedia. Makanan yang ada di menu lebih banyak masakan barat, tetapi tetap ada masakan asia. Tentu saja fokus kami, Saya dan istri, adalah yoghurt. Kami memesan Frozen Yoghurt (tentu saja!), Nasi Kucing, Pancake Rich Berry, dan Smoothies Buah Naga.
Setelah menunggu sebentar, akhirnya pesanan kami datang. Tentu saja sebelum disantap, Saya sempatkan untuk memfoto semua hidangan yang tersedia.
Smoothies Buah Naga
Smoothies Buah Naga, rasa dingin dalam kelembutan ditambah dengan tekstur buah naga yang menambah kelezatannya.
Nasi Kucing
Nasi Kucing ini merupakan nasi putih yang disandingkan dengan masakan seafood Cumi Udang Telur. Sentuhan rasa manis dari bumbu kecap membuat makanan ini layak dinikmati.
Pancake Rich Berry
Manis dan empuk adalah kata-kata yang pas menggambarkan rasa dari Pancake Rich Berry. Apalagi ditambah dengan saus Rich Berry yang pas. Selera dingin? Es krim membuat rasanya bikin semriwing.
Frozen Yoghurt Buah Kiwi
Yoghurt satu ini sangat pas buat Saya. rasa asam manis yang ringan dengan ditemani rasa dingin memberikan sensasi segar yang menyenangkan. Buah Kiwi yang melengkapinya memberikan cita rasa tersendiri.
Setelah selesai menyantap semua hidangan, boleh Saya akui bahwa menu yang ditawarkan di Igloo Restaurant cukup lezat. Kapan-kapan Saya akan mampir lagi untuk mencoba menu lain, dan, tentu saja, mencicipi kembali Frozen Yoghurt Igloo Restaurant.
Selamat mencoba!
Oiya, klik disini untuk tautan foto-foto dalam resolusi lebih tinggi (flickr)
Pada tanggal 6 Desember 2010 kemarin Saya menyempatkan diri melakukan wisata kuliner di Setiabudi, Bandung. Saya sudah beberapa kali lewat di depan tempat makan Baso Tahu Tulen, lama-lama saya jadi penasaran juga. Tepatnya, sore kemarin pada saat pulang kuliah saya mampir.
Spanduk Baso Tahu Tulen Situ Indah Bandung
Tempat Makan Baso Tahu Tulen Situ Indah Bandung
Setelah memesan satu menu campur, Saya disuguhkan satu piring baso tahu dengan campuran pare, telor, siomay, tahu, dan kol. Rasa bumbunya enak dan sangat pas dengan selera saya yang kurang suka pedas (tetap ada rasa pedasnya kok).
Baso Tahu Tulen Campur
Mengenai basi tahu yang ditawarkan, siomaynya terasa pas dengan balutan bumbu kacang yang manis dan nikmat dengan sedikit rasa pedas yang pas. Pare tentu saja terasa pahit, menurut saya lumayan, sayangnya saya bukan penggemar pare, jadi kurang tahu apakah sesuai dengan selera umum. Yang berikutnya saya coba adalah kol, terasa agak pahit, apa karena tercampur pare, ya? Yang pasti saya kurang suka dengan kolnya. Tahu terasa enak dan tidak terlalu lembut sehingga terasa pas dipadu dengan siomay. Untuk siomay telur, terasa lezat dimakan bersama bumbu kacang dan kecap, walau menurut saya siomaynya kurang banyak, sehingga rasa telurnya yang sangat terasa.
Counter Baso Tahu Tulen
Setelah hampir selesai, saya menyadari bahwa tidak ada siomay kentang, akhirnya saya memesan lagi satu butir siomay kentang, yah, sekalian untuk mencoba. Ketika piring tiba di meja, saya perhatikan bahwa kentangnya tidak memiliki potongan siomay sama sekali, berarti penilaian saya hanya akan tertuju pada rasa kentangnya, nih.
Kentangnya terasa lembut karena dikukus terus agar hangat. Rasanya enak, sayangnya karena tidak ada siomaynya, saya jadi menginginkan garam untuk makan kentangnya saja.
Bagian Dalam Tempat Makan Baso Tahu Tulen
Akhirnya tuntas makan sore dalam porsi besar ini, boleh saya akui cukup lezat, walau ada beberapa ganjalan mengenai rasa. Untungnya kita bisa memilih mau makan apa tanpa harus menu campuran. Total harga dari baso tahu campur yang saya makan adalah seharga Rp 32.000,00. Murah atau mahal,ya?
Jika lewat, jangan lupa untuk mencoba juga. Apalagi slogannya “Siomay No. 1 di Bandung”.
Saya dan istri pada hari Jum’at kemarin, tanggal 25 Juni 2010, menyempatkan mampir di Resto Rumah Putih yang berada di Gotong Royong, Bandar Lampung. Resto Rumah Putih yang berdiri pada tanggal 1 Juni ini bersuasana santai dengan kesan modern minimalis yang kuat. Dilihat sekilas, jelas sasaran dari Resto Rumah Putih adalah anak muda. Dilengkapi dengan Hotspot gratis (saya tes, kecepatan sekitar 100 kbps), Warnet, dan Layar LCD yang di mounting ke dinding memberikan kesan up-to-date dengan informasi. Musik remaja yang mengiringi kunjungan ke Resto Rumah Putih terasa enak didengar di atas sofa empuk yang kami duduki.
Resto Rumah Putih
Untuk yang hobi nonton, ada acara nonton film rame-rame setiap jam Read the rest of this entry »
Jam 7 pagi ini saya mengantar adik bungsu saya pergi ke sekolah. Karena istri juga ada upacara di kantornya, istri saya ikut juga berangkat bersama saya untuk pergi ke kantor. Di dalam perjalanan hujan turun, ini pertanda bahwa istri saya tidak perlu ikut upacara, berarti dia bisa masuk jam 8. Sesudah mengantarkan adik saya ke sekolah, kami berdua, saya dan istri saya, yang belum sempat makan berkeliling dulu untuk mencari sarapan. Perhentian pertama kami kurang beruntung, tadinya kami mau makan di Bubur Ikan Ny. Maya yang ada di depan UTB (Universitas Tulang Bawang) tetapi amat disayangkan ternyata tutup. Akhirnya, kami memutuskan untuk pergi ke Gor Saburai untuk beli makanan disana, yang kami tahu pasti buka. Ketika sampai di Gor Saburai, kami langsung tahu pilihan makan pagi kami, yaitu nasi uduk (yah, setidak-tidaknya istri saya) dan lontong sayur (yang saya pilih untuk pembeda dari istri saya). Kami pun memesan kedua makanan tersebut dan tidak lama kemudian kedua makanan tersebut pun hadir di hadapan kami. Karena yang saya makan adalah lontong sayur, berarti pendapat saya tentang makanan disini adalah mengenai lontong sayur. Makanan yang saya makan ini rasanya lumayan, agak pedas sedikit. Lontong yang diberi kuah pedas dan dimakan dengan krupuk menjadikan makanan ini menjadi campuran padat (lontong), ringan (kerupuk) dan cairan (kuah). Dan tanpa perlu menunggu waktu lama habislah sudah lontong sayur tersebut. Sesudah makan, saya tinggal menunggu istri saya menghabiskan nasi uduknya. Kalau dilihat dari wajahnya, rasanya setidak-tidaknya lumayan, tidak ada keluhan. Selesai makan, saya membayar nasi uduk dan lontong tersebut, masing-masing Rp 5.000,-, dengan uang pas Rp 10.000,-. Sehabis itu kami pun meninggalkan tempat makan tersebut untuk berangkat ke kantor (yah, lagi-lagi setidak-tidaknya istri saya).
Muslim Utami: Assalamu'alaikum dan Salam Kenal
Rendy: sangat membantu dlm mnbh referensi bwt study
nasrullah: aku pngn pny bnyk tmn add aku ya nasrullahalfajrin@yahoo.co.id
nasrullah: mng nie da paan ya kok aku ga ngeh hehehe
ardy: mmenemukan materi kuliah disini asyik, salam knalll
ShoutBox RSS Feed
» Leave a reply
Name
Email
Comment
Lampung Kite
Technorati Profile
Web Directory
Feedjit Live Blog Stats