SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
Visual Paradigm 5.1 (VP-UML 8.1)
Apr 12th, 2011 by Rudra

UML merupakan salah satu cara untuk memodelkan pengembangan aplikasi (software development). Pemodelan dilakukan terhadap aplikasi yang dikembangkan. Dengan menggunakan UML, pengembangan terhadap aplikasi menjadi lebih mudah untuk dikomunikasikan dengan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap aplikasi seperti konsumen, tim pengembang, dan pengguna.

Aplikasi yang akan diinstall disini adalah Visual Paradigm 5.1 (VP-UML 8.1). Aplikasi ini cukup umum digunakan oleh teman-teman programmer saya.

Untuk yang Instalasi ($ berarti dijalankan dari SHELL Linux)

  1. Unduh dari website (yang instalasi, bukan yang NoInstall)
  2. Jalankan instalasi : Linux : $ chmod +x VP_Suite_Linux.shLinux : $ sudo ./VP_Suite_Linux.sh ; Windows : Klik 2x icon VP_Suite_Windows.exe

Untuk yang NoInstall

  1. Unduh dari website (yang NoInstall, bukan Install)
  2. Pada Windows, Ekstrak ke direktori (misal, D:\Programs\). Klik 2x icon “VP Suite.exe” di “D:\programs\VP Suite 5.1\bin”. Pada Linux, ekstrak ke direktori (misal, tar -zxvf VP_Suite_Linux_NoInstall.tar.gz). Jalankan “$ sudo ./VP_Suite5.1/bin/VP_Suite”.

Instalasi (Netbeans dan Eclipse harus sudah diinstall)

  1. Contreng produk yang ingin diinstall (Misal : “Visual Paradigm for UML (VP-UML)”, “SDE for Eclipse (SDE-EC)”, “SDE for Netbeans (SDE-NB)”). Klik tombol “Next”
  2. Pada “Products Configuration”, pilih edisi produk (dalam hal ini saya menggunakan edisi Community yang gratis dengan mendaftar di website). Dan, pilih lokasi direktori yang tepat untuk masing-masing program (misal, SDE for Eclipse Directory : D:\programs\eclipse, SDE for Netbeans DIrectory : C:\Program Files\NetBeans 6.9.1\ ). Tips : Pada Eclipse, untuk menghapus SDE yang sudah ada (misal karena sudah pernah menggunakan yang VP Suite 4.1), hapus direktori com.vp.* pada eclipse\plugins\ (windows) atau /usr/share/eclipse/plugins (linux) dan direktori eclipse\ (windows) atau /usr/share/eclipse/plugins (linux). Pada Linux, bisa dihapus dengan perintah “$ sudo rm -r /usr/share/eclipse/plugins/com.vp.sde.*” dan “”$ sudo rm -r /usr/share/eclipse/plugins/com.vp.sde.*”.
  3. Pada “Products License”, pilih path dari “License Key” yang ada. Silakan pilih antara “Combined license Key” (Community Edition : vpumlce.zvpl) atau “Single License Key” tergantung “License Key” yang dimiliki. Jika tidak ada, maka bisa diklik tombol “Next” saja, yang tetap membolehkan kita menggunakannya selama masa trial (biasanya 30 hari).

Menjalankan Program

  • SDE-EC: Jalankan Eclipse. Buka project yang diinginkan melalui Workspace (bagian kolom sebelah kanan, biasanya tab paling kiri). Jalankan Menu > Modelling > Start SDE-EC, nanti akan muncul tab Diagram Navigator di kolom sebelah kanan (tempat Workspace berada). Anda akan bisa membuat/modifikasi diagram UML yang diperlukan.
  • SDE-NB: Jalankan Netbeans. Buka project yang diinginkan melalui Projects (bagian kolom sebelah kanan, biasanya tab paling kiri), klik kanan dan pilih “Set as main Project”. Jalankan Menu > Tools > Start SDE-NB, nanti akan muncul tab Diagram Navigator di kolom sebelah kanan (tempat Workspace berada). Anda akan bisa membuat/modifikasi diagram UML yang diperlukan.* Untuk yang instalasi. Pada Windows, pilih dari Start Menu > Visual Paradigm. Pada Linux (Ubuntu), Application > Other.
  • Untuk yang NoInstall. Pada Windows, jalankan program dari “D:\programs\VP Suite 5.1\bin”. Pada Linux, jalankan program dari “VP Suite 5.1/bin” dengan perintah “./Visual_Paradigm_for_UML_8.1″ atau bisa diklik 2x di icon melalui nautilus (windows explorer linux) dan pilih “Run”.
Share
Login menggunakan root pada Linux Ubuntu Desktop
Apr 7th, 2011 by Rudra

Biasanya kita diharuskan menggunakan login yang berbeda dengan root untuk dapat menggunakan Gnome Display Manager (GDM) atau KDE Display Manager (KDM). Pada Linux Ubuntu, pengguna tidak dapat loggin menggunakan root, dan harus menjalankan perintah dengan otoritas root menggunakan sudo atau sudo su. Bagaimana jika dari awal kita ingin otoritasdan session yang digunakan langsung root? Cara yang saya gunakan sederhana saja, tidak perlu menggunakan langkah yang panjang dan rumit. Tentu saja cara ini sebetulnya berbahaya untuk sistem karena dapat merusak tanpa adanya batasan terhadap sistem. YOU’VE BEEN WARNED!

Cara membuat login root dapat menggunakan GDM untuk sesinya sendiri adalah sebagai berikut :

  1. Buka terminal command-line (shell). Jika Anda menggunakan Gnome Desktop Environtment, buka di Applications -> Accessories -> Terminal
  2. Berikan password pada user root : $ sudo passwd root
  3. Masukkan password root, kemudian masukkan 2x password yang baru (boleh sama).
  4. Silakan log out atau switch user, login menggunakan : username=root password=YangTadiDibuat

Seharusnya Anda akan dibawa ke dalam Desktop baru untuk root Anda. Selamat merusak berkarya :)

 

Share
Menambah Codec untuk Media Player pada Linux Ubuntu
Des 17th, 2010 by Rudra

Biasanya kita kalau ingin memainkan berkas multimedia (musik dan film) harus melakukan instalasi codec yang diperlukan oleh berkas media tersebut. Pada Linux Ubuntu caranya adalah sebagai berikut :

  • Buka terminal : Applications -> Accessories -> Terminal
  • $ sudo apt-get install gstreamer0.10-ffmpeg
  • $ sudo apt-get install gstreamer0.10-plugins-bad

Selamat menikmati multimedia.

Share
Daftar Repository Linux Ubuntu Indonesia
Des 16th, 2010 by Rudra

Dapat dari blog tetangga: http://anto-chuakev.web.id/

Berikut adalah daftar beberapa server repositori lokal yang menyediakan paket-paket untuk Ubuntu:

mirror.its.ac.id (ITS, INHERENT)

  • deb http://mirror.its.ac.id/ubuntu maverick main multiverse restricted universe
  • deb http://mirror.its.ac.id/ubuntu maverick-security main multiverse restricted universe
  • deb http://mirror.its.ac.id/ubuntu maverick-backports main multiverse restricted universe
  • deb http://mirror.its.ac.id/ubuntu maverick-updates main multiverse restricted universe

kambing.ui.edu (UI, Telkom, Indosat, OpenIXP, INHERENT)

  • deb http://kambing.ui.edu/ubuntu maverick main restricted universe multiverse
  • deb http://kambing.ui.edu/ubuntu maverick-updates main restricted universe multiverse
  • deb http://kambing.ui.edu/ubuntu maverick-security main restricted universe multiverse
  • deb http://kambing.ui.edu/ubuntu maverick-backports main restricted universe multiverse
  • deb http://kambing.ui.edu/ubuntu maverick-proposed main restricted universe multiverse

mirror.cbn.net.id (OpenIXP)

  • deb http://ubuntu.cbn.net.id/Ubuntu maverick main restricted universe multiverse
  • deb http://ubuntu.cbn.net.id/Ubuntu maverick-updates main restricted universe multiverse
  • deb http://ubuntu.cbn.net.id/Ubuntu maverick-security main restricted universe multiverse
  • deb http://ubuntu.cbn.net.id/Ubuntu maverick-backports main restricted universe multiverse
  • deb http://ubuntu.cbn.net.id/Ubuntu maverick-proposed main restricted universe multiverse

komo.vlsm.org

  • deb http://komo.vlsm.org/ubuntu maverick main restricted universe multiverse
  • deb http://komo.vlsm.org/ubuntu maverick-updates main restricted universe multiverse
  • deb http://komo.vlsm.org/ubuntu maverick-security main restricted universe multiverse
  • deb http://komo.vlsm.org/ubuntu maverick-backports main restricted universe multiverse
  • deb http://komo.vlsm.org/ubuntu maverick-proposed main restricted universe multiverse

indika.net.id (OpenIXP)

  • deb http://ubuntu.indika.net.id/ maverick main restricted universe multiverse
  • deb http://ubuntu.indika.net.id/ maverick-updates main restricted universe multiverse
  • deb http://ubuntu.indika.net.id/ maverick-security main restricted universe multiverse
  • deb http://ubuntu.indika.net.id/ maverick-backports main restricted universe multiverse
  • deb http://ubuntu.indika.net.id/ maverick-proposed main restricted universe multiverse

ftp.itb.ac.id (ITB, INHERENT)

  • deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu maverick main restricted universe multiverse
  • deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu maverick-updates main restricted universe multiverse
  • deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu maverick-security main restricted universe multiverse
  • deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu maverick-backports main restricted universe multiverse
  • deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu maverick-proposed main restricted universe multiverse

foss-id.web.id (Telkom)

  • deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu maverick main restricted universe multiverse
  • deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu maverick-updates main restricted universe multiverse
  • deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu maverick-security main restricted universe multiverse
  • deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu maverick-backports main restricted universe multiverse
  • deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu maverick-proposed main restricted universe multiverse
Share
Triple Boot MacOS X 10.6, Windows 7, dan Linux Ubuntu 9+
Des 15th, 2010 by Rudra

Ini adalah cara untuk bisa triple boot antara MacOS X 10.6, Windows 7 dan Linux Ubuntu 9+.

Tentu saja langkah pertama adalah melakukan instalasi MacOS X 10.6 Snow Leopard,  silakan diklik disini untuk panduannya atau cari post berjudul “Instalasi Mac OS X 10.6 Snow Leopard (Hackintosh) di Netbook”. Perbedaannya adalah pada langkah “Pada Netbook” nomor 8, ikuti cara yang ke-2 (membuat 4 partisi).

Setelah itu, langkah kedua melakukan instalasi Windows 7 (boleh juga Windows XP atau Vista). Jangan lupa untuk reboot dan booting dari DVD Instalasi Windows 7. Pada Drive Options pilih Advanced, format partisi WINDOWS menjadi NTFS (tidak harus, tapi memberikan performa lebih baik pada Sistem Operasi Windows) dan install Windows 7 di partisi tersebut. Ikuti instruksi sampai selesai. Coba untuk booting dari Windows (pilih dari Chameleon Bootloader).

Langkah ketiga adalah melakukan instalasi Ubuntu. Seperti biasa, booting dari DVD Installer Linux Ubuntu (Saya pakai versi 10.10). Panduan instalasi Linux Ubuntu dapat dilihat disini atau cari posting berjudul “Tutorial Instalasi Linux Ubuntu 10.10 Maverick Meerkat (Desktop & Server) “. Pada panduan tersebut, lewati nomor 6 & 7, langsung ke langkah 8. Pilih partisi LINUX dan klik tombol “Change”. Pilih Ext4 sebagai filesystem dan mount point :   /   . Format ulang partisi tersebut. Di windows sebelumnya, pilih partisi tersebut dan klik tombol “Install Now”. Lanjutkan kangkah instalasi.

Setelah selesai dan melakukan rebooting, GRUB2 Bootloader akan berjalan dan akan muncul pilihan sistem operasi. Masuklah dulu ke dalam Linux Ubuntu, install dengan : $ sudo apt-get install gptsync atau unduh gptsync dari internet : http://packages.ubuntu.com/maverick/gptsync install dengan : $   dpkg -i    gptsync_0.13-3ubuntu2_i386.deb.

Lakukan sinkronisasi MBR dan GPT dengan gptsync : $   gptsync   /dev/sda . Jawab Yes untuk menjalankan gptsync. Lakukan update GRUB2 bootloader : $ sudo    update-grub . Sekarang lakukan reboot Linux Ubuntu, GRUB2 bootloader akan berjalan dan menampilkan pilihan sistem operasi Linux Ubuntu, MacOS X dan Windows 7.

Silakan mencoba booting dari masing-masing sistem operasi.

Selain cara di atas, ada cara yang lebih elegan dan membuat Chameleon Bootloader dapat berperan lebih untuk MacOS X. Langkah berikut adalah langkah alternatif jika Anda ingin menggunakan Chameleon Bootloader dibanding GRUB2 Bootloader (Ilmu dasarnya disini & disini). Caranya :

  1. Masuk ke dalam Linux Ubuntu. Jalankan Terminal.
  2. Ketik : $ df
  3. catat nama device yang di mounting sebagai / . Kalau di komputer saya namanya /dev/sda5.
  4. Install grub ke dalam device (ingat, harus sesuai dengan informasi di df nama devicenya) : $ sudo grub-install   /dev/sda5 –force
  5. Tutup Terminal dan lakukan reboot pada sistem Linux Ubuntu.
  6. Boot ke dalam MacOS X (kalau tidak bisa, gunakan kembali MacOS X Install DVD yang sebelumnya telah dibuat dan pilih partisi yang sudah diinstall MacOS X).
  7. Install ulang Chameleon Bootloader atau NetbookInstaller atau myHack Installer (semuanya memiliki Chameleon Bootloader).

Bootloader akan berubah menjadi Chameleon Bootloader, silakan dicoba untuk booting masing-masing sistem operasi.

Jika ada pertanyaan silakan ditanyakan melalui komentar.

Share
Instalasi Download Manager Uget di Linux Ubuntu (Debian)
Des 14th, 2010 by Rudra

Ternyata saya kurang puas dengan download manager ProZilla yang kemarin. Karena kebanyakan saya melakukan browsing dengan GUI, menjadi terasa aneh ketika harus masuk ke dalam console untuk melakukan pekerjaan mengunduh.AKhirnya saya mencoba kembali download manager yang lain, yaitu uget. Sudah tersedia melalui distribusi repository Linux Ubuntu, sehingga mudah diinstall. Kelebihannya adalah menggunakan GUI, bisa menggunakan username dan password, termasuk juga proxy, bisa pause dan resume. Sayangnya Uget tidak bisa melakukan multithreading, sehingga kecepatannya hanya bergantung pada 1 koneksi saja. Tetap saja, menurut Saya pemakaian lebih nyaman dibanding ProZilla.

Cara untuk instalasi  dari terminal : $  sudo apt-get install uget

Aplikasi Uget dapat dibuka dari Applications -> Accessories -> Internet -> Uget.

Cara menggunakan aplikasi Uget sangat sederhana, jika Anda terbiasa menggunakan FlashGet atau pun IDM, maka penggunaan Uget akan menjadi sangat mudah.

Share
Instalasi Download Manager Prozilla di Linux Ubuntu (Debian)
Des 13th, 2010 by Rudra

Saya adalah orang yang suka mengunduh berkas dari internet. Aplikasi seperti FlashGet merupakan aplikasi yang tidak bisa lepas dari setiap Sistem Operasi Windows yang Saya gunakan. Saat Saya pindah ke Linux Ubuntu, muncul pertanyaan di benak Saya, ada tidak sih Download Manager yang mumpuni seperti FlashGet? Setelah mencari info kemana-mana (dunia maya, tentu saja), Saya kemudian mencoba menggunakan Download Manager ProZilla. Kemampuannya melakukan multithreading (unduh dengan beberapa sambungan sekaligus), resuming, dan bekerja di terminal (dan GUI jika diinstall) seharusnya memenuhi kebutuhan saya untuk mengunduh berkas.

ProZilla dapat diunduh di : http://old-releases.ubuntu.com/ubuntu/pool/universe/p/prozilla/

Prozilla GUI dapat diunduh di : http://old-releases.ubuntu.com/ubuntu/pool/universe/p/prozgui/

Instalasi ProZilla :

  1. Unduh ProZilla : $   wget   http://old-releases.ubuntu.com/ubuntu/pool/universe/p/prozilla/prozilla_1.3.7.4-1_i386.deb
  2. Install ProZilla : $   dpkg   -i prozilla_1.3.7.4-1_i386.deb
  3. Edit berkas konfigurasi : $ sudo gedit /etc/prozilla.conf . Cari baris ”#mainoutputdir = .” (biasanya paling bawah), hapus tanda pagar dan ubah direktori tempat menyimpan, contoh “mainoutputdir = /home/Rudra/Downloads”. Simpan dan silakan mulai mengunduh.
  4. Cara unduh dengan ProZilla : $ proz http://old-releases.ubuntu.com/ubuntu/pool/universe/p/prozilla/prozilla_1.3.7.4-1_i386.deb
  5. Jika ingin multithreading dan bisa di resume, tambahkan : $ proz -r   -k=5   –max-bps=2805   http://old-releases.ubuntu.com/ubuntu/pool/universe/p/prozilla/prozilla_1.3.7.4-1_i386.deb . -r berarti berkas unduhan bisa di resume, tekan CTRL+R untuk menghentikan. -k=5 menjalankan multithreading sebanyak dengan angka yang dimasukkan (dalam hal ini : 5). –max-bps=2805 merupakan batas maksimum bandwidth yang dipakai dalam bps.

Ayo ikut mencobanya bersama Saya. :)

Share
Instalasi / Perbaikan GRUB2 Bootloader pada Linux (Ubuntu)
Des 12th, 2010 by Rudra

Saya cukup sering mengalami kerusakan pada GRUB2 bootloader, saking seringnya saya install ulang sistem operasi yang berbeda. Contohnya, ketika sistem operasi MacOS X Saya install di Hard Disk yang sudah terisi Linux Ubuntu, GRUB2 tertulis ulang oleh bootloader milik MacOS X. Cara yang Saya gunakan untuk memperbaikinya adalah dengan menggunakan Linux Ubuntu portabel atau Live CD. Linux Ubuntu yang Saya gunakan adalah Linux Ubuntu Maverick Meerkat 10.10.

Langkah-langkah perbaikan (bisa juga untuk sistem linux yang mau diinstall GRUB2 bootloader) :

  1. Buka terminal command-line (shell). Jika Anda menggunakan Gnome Desktop Environtment, buka di Applications -> Accessories -> Terminal.
  2. mount partisi linux yang akan diinstall GRUB2 bootloader. biasanya ada di /dev/sda jika menggunakan LiveCD dan jika menggunakan Linux Ubuntu portabel ada di /dev/sdb (hard disk yang kedua). Contoh : $ sudo  mount   /dev/sdb3   /media/Ubuntu1010
  3. Lihat apakah ada di daftar partisi yang di mounting. Ketik : $ mount
  4. Cari baris yang bertuliskan kira-kira seperti ini (Tentu saja yang sama dengan partisi yang Anda mounting dan posisikan) : /dev/sdb3 on /media/Ubuntu1010 type ext4 (rw,nosuid,nodev,uhelper=udisks). Ingat, partisi Linux biasanya memiliki filesystem ext (dalam hal ini ext4), kecuali Anda menggunakan filesystem jenis lain (NTFS, FAT32, dsb).
  5. Lakukan instalasi GRUB2 bootloader dengan mengetik : $ sudo   grub install   –root-directory   /media/Ubuntu1010   /dev/sdb . Jika Anda menggunakan GPT, mungkin anda harus menambahkan perintah –force untuk bisa memaksa instalasi GRUB2 bootloader. Saya menggunakan GPT karena menggunakan MacOS X di Hard Drive yang sama dengan Linux Ubuntu, perintahnya menjadi : $ sudo   grub   install   –root-directory   /media/Ubuntu1010   /dev/sdb   –force
  6. Lakukan update pada GRUB2 bootloader. $ sudo update-grub . Partisi yang tadi diinstall bootloader akan tampil pada saat pilihan sistem operasi di GRUB2 bootloader.
  7. Lakukan reboot terhadap sistem. $ sudo reboot
  8. Lakukan booting dari partisi tersebut. Biasanya muncul di pilihan paling bawah.
  9. Lakukan update pada GRUB2 bootloader. $ sudo update-grub

Selamat Anda telah berhasil melakukan instalasi atau pun perbaikan terhadap GRUB2 bootloader Anda. Silakan kalau ada yang kurang jelas ditanyakan melalui komentar.

Share
SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa
© Hak cipta untaiankisah.web.id.