SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
Melakukan Rooting pada Smartphone Sony Ericsson Neo versi Android 2.3.3
Okt 30th, 2011 by Rudra

Melakukan Rooting pada Smartphone Sony Ericsson Neo 2.3.3

*** PERINGATAN ***

Khusus untuk smartphone Sony Ericsson Experia Neo (MT15i) versi Android 2.3.3, tidak untuk Android 2.3.4.

cara mengecek versi :

tekan tombol Menu > Settings > About Phone, lihat Android version. Untuk kegiatan ini diperlukan versi 2.3.3.

*** PERINGATAN ***

BACKUP

Jangan lupa untuk membackup data Anda, karena akan dilakukan “Wipe User Data”.

Untuk melakukan backup App, SMS, dan Contact di Android, dapat dilakukan dengan cara berikut :

  • App backup : install App AppMonster (bisa dari Android Market). Jalankan App AppMonster, tekan tombol Menu > Backup. Seluruh App akan di backup ke dalam SD card. Untuk melihat App yang di backup, tekan tombol Menu > View Archive.
  • Contacts backup : buka Contacts, tekan tombol Menu> Back up contacts > Memory card. File akan disimpan ke PIM00001.vcf (jika belum pernah di back up).
  • SMS backup : install App SMS Backup & Restore (bisa dari Android Market). Jalankan App SMS Backup &  Restore, tekan tombol Backup, akan disimpan dalam format tahunbulantanggaljammenitdetik.xml (misal:20111026065808.xml). Klik OK pada konfirmasi berhasil.

MEMPERSIAPKAN BAHAN

1. bahan-bahan (Letakkan pada 1 folder):

Catatan dari ope.iki di kaskus (sumber klik disini):

  1. Ambil Flashtool yg 0.2.8 yang 0.3.0 sedikit bermasalah saat dicoba berkali-kali. Lihat kembali di developer-nya, yg benar-benar tanpa bugs baru ada di device-device tertentu.
  2. Rooting via locked bootloder (downgrade 2.3.2 and update to 2.3.3 or 2.3.4), jangan sekali-kali melakukan update superuser. Notifikasi outdated pada superuser sebaiknya dinonaktifkan. Ini sudah dicoba pada SE Xperia Play dan Neo. Masalah locked akan terjadi jika di update di versi 3.0.2.

DOWNGRADE KE FIRMWARE 2.3.2

2. Step-step Downgrade ke FW 2.3.2 untuk 2.3.3 (2.3.4 akan bermasalah di baterai 0% atau 1%)

  • Klik 2x pada FlashTool 0.3.0.0.exe dan ekstrak. Akan dibuat satu folder bernama FlashTool.
  • Ekstrak FW SE Neo MT15i NEO-GLOBAL-3.0.A.2.181.rar ke dalam folder firmwares yg ada di dalam folder FlashTool.
  • Ekstrak isi drivers.rar dan arsipkan kembali isi menjadi MT15i_ADB_drivers.zip. Hal ini perlu dilakukan karena FlashTool tidak bisa membaca RAR. Pindahkan  MT15i_ADB_drivers.zip ke dalam folder drivers yg ada di dalam folder FlashTool.
  • pada SE Neo buka Settings > Applications > Development dan centang USB Debugging.
  • Jalankan X10FlashTool.exe di dalam folder FlashTool (pada Windows 7, klik kanan dan Run as administrator).
  • Klik tombol Flash. Pada “Select a Firmware” seharusnya sudah ada Device MT15i Version 3.0.A.2.181 (Gambar 1). Dan perhatikan pilihan “Wipe user data” di centang, sebaiknya lakukan backup sebelum flashing. Catatan : boleh tidak dilakukan “Wipe user data”, kalaupun error pada firmware 2.3.2, ketika di update (misal ke 2.3.3) error akan hilang.
    Gambar 1 Dari Melakukan Rooting pada Smartphone Sony Ericsson Neo versi Android 2.3.3
  • Dengan pilihan pada Device MT15i, klik OK. Tunggu sampai muncul pop up petunjuk untuk melakukan flashing (Gambar 2).
    Gambar 2 Dari Melakukan Rooting pada Smartphone Sony Ericsson Neo versi Android 2.3.3
  • Matikan smartpphone SE Neo.
  • Tekan dan tahan tombol Back pada  smartpphone SE Neo. Colokkan SE Neo (dalam keadaan mati) menggunakan kabel USB ke komputer.
  • Setelah proses flashing dimulai (Gambar 3), tombol Back boleh dilepas. Tunggu sampai proses flashing selesai.
    Dari Melakukan Rooting pada Smartphone Sony Ericsson Neo versi Android 2.3.3
  • Jika sudah ada keterangan “Flashing finished.” (Gambar 4), cabut USB dan nyalakan smartphone SE Neo. Tunggu booting selesai (sekitar 4 menit). Anda akan diminta melakukan setting awal, dan smartphone Se Neo akan melakukan restart kembali.
    Dari Melakukan Rooting pada Smartphone Sony Ericsson Neo versi Android 2.3.3

Catatan:

Pada kasus saya, baterai restart tertulis 1%, saya melakukan restart beberapa kali tidak ada perubahan. Solusinya, saya matikan smartphone SE Neo, mencabut baterai. Kemudian tunggu sebentar. Pasang kembali baterai, dan menghidupkan kembali smartphone SE Neo. Lampu flash hidup sekali dan baterai kembali berfungsi normal.

Pastikan bahwa versi firmware yang digunakan adalah 2.3.2. Cara mengecek versi :

tekan tombol Menu > Settings > About Phone, lihat Android version. Seharusnya tertulis 2.3.2.

ROOTING DENGAN GINGERBREAK

Sekarang kita akan melakukan rooting menggunakan app GingerBreak. Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :

  • Kopi GingerBreak-v1.20.apk ke smartphone SE Neo. Bisa melalui Bluetooth atau USB.
  • Pastikan bahwa apk bisa di install melalui unknown source. Untuk memastikannya, tekan tombol menu, Settings > Applications, Unknown sources harus tercentang. Buka juga Development, USB debugging harus tercentang.
  • Install GingerBreak-v1.20.apk. Bisa menggunakan aplikasi file browser, download saja dari Market. Saya menggunakan ASTRO file browser. Tap GingerBreak-v1.20.apk, tap Install untuk melakukan instalasi.
  • Jalankan app GingerBreak, pilih Root device. Jika lancar, smartphone SE Neo akan melakukan reboot dan muncul app baru bernama SuperUser. Catatan: pertama kali saya jalankan, GingerBreak gagal melakukan root. Tetapi, setelah saya ulang, root berhasil dan app SuperUser muncul.

UPDATE KE VERSI YANG LEBIH BARU (Sampai dengan saat ini adalah versi 2.3.4)

Update harus dilakukan OTA (Over The Air, melalui WiFi atau 3G). jika di update melalui PC, smartphone SE Neo akan menjadi unroot. Sebaiknya untuk melakukan update lokasi berada di jaringan WiFi yang memiliki koneksi internet cepat. Catatan : Saya menggunakan koneksi 3G untuk melakukan update, yang dilakukan pada malam hari.

  • Tekan tombol menu, Settings > About phone > Software update > Update now.
  • Tap OK untuk memulai pengecekan update firmware baru. Jika tidak ada masalah, maka firmware baru akan di download dan instalasi dimulai. Catatan : jika gagal, coba periksa tanggal dan waktu benar atau tidak. Kalau belum bisa, coba beberapa kali, karena kemungkinan server Sony Ericsson sedang sibuk. Jika muncul tulisan “Cannot update”, kemungkinan karena Anda melakukan perubahan terhadap sistem atau tidak menggunakan firmware orisinil.
  • Selesai booting, tekan tombol Menu > Settings > About Phone, lihat Android version. Jika update berhasil Android Version akan berubah menjadi versi terbaru (dalam hal ini 2.3.4).

MENGEMBALIKAN BACKUP

Sekarang kita akan mengembalikan backup. Untuk melakukan restore dapat dilakukan cara sebagai berikut :

  • App restore : install App AppMonster (bisa dari Android Market). Jalankan App AppMonster, tekan tombol Menu > Backup. Seluruh App akan di backup ke dalam SD card. Untuk melihat App yang di backup, tekan tombol Menu > View Archive.
  • Contacts restore : Sebaiknya, jika belum dibuat, buat akun Google dulu di Android, supaya nanti bisa sync ke Google.
  • Contacts, tekan tombol Menu> Import contacts > Memory card. Pilih account akan dibuat dimana, dalam hal ini saya pilih akun Google. Pencarian akan dilakukan untuk vCard (vcf). Pada Select vCard file, pilih import from file(jangan yang files), pilih File yang tadi disimpan (PIM00001.vcf ).
  • SMS restore : install App SMS Backup & Restore (bisa dari Android Market), atau restore dari AppMonster. Jalankan App SMS Backup &  Restore, tekan tombol Restore, semua SMS yang dibackup akan dikembalikan.

Selamat rooting! :)

Sumber :

Share
Menjadikan SRWare Iron Browser sebagai Default Browser
Okt 28th, 2011 by Rudra

Saya senang menggunakan Internet Browser dari SRWare, yaitu Iron Browser. Iron Browser ini memiliki semua fitur yang dimiliki oleh Google Chrome tanpa adanya data mining. Hal ini disebabkan basis yang digunakan sama, yaitu chromium. Iron memang ditujukan sebagai browser untuk orang yang tidak suka diambil datanya untuk statistik yang entah buat apa oleh Google.

Sebalnya, saya mengalami kesulitan untuk menjadikan Iron Browser sebagai browser default saya. Bahkan saya mencoba untuk meng uninstall default browser (opera) yang ada, eh default browser malah berubah menjadi Internet Explorer.

Setelah mencoba segala macam cara, baru terpikir oleh saya bahwa saya belum mencoba menjalankannya sebagai administrator. Dengan bersemangat, saya coba menjalankannya sebagai Administrator. Dan… voila, Iron Browser saya mau menjadi default browser.

Langkah yang saya lakukan:

  • Klik kanan pada icon Iron, dan pilih Run as administrator
  • Buka Options (klik gambar tang dulu di sebelah kanan atas), dan klik make SRWare Iron my default browser
  • Sekarang Iron Browser sudah menjadi default internet browser
Share
Blurry Text on java Application and How to Fix it
Sep 5th, 2011 by Rudra

I just recently got a new notebook, it’s not entirely new because i bought it second hand. The routine for new notebook is usually installing everything fresh (Win7 64 bit, all the driver, essential applications, etc). I fiddle around with graphic setting for gaming, because this notebook has a great mobile graphic chipset, AMD HD 6470. The problem arose when I’m running java application, every part of the application is blurred. I couldn’t even install Netbeans IDE because the text is so blurry and unreadable. I try to surf for solution then I got a nice info involving this problem (here is the post).

The problem is related to AMD HD 6470 settings. I turned on the Morphological Filtering which affect all java application to show blurred text. The solution is simple, just turn off the Morphological Filtering (AMD Catalyst Control Center:  Gaming->3D Application Settings->Anti-Aliasing-> Morphological filtering) and, voila, the problems is gone (you need to restart the java application to see the effect).

Hope this help :)

Share
Visual Paradigm 5.1 (VP-UML 8.1)
Apr 12th, 2011 by Rudra

UML merupakan salah satu cara untuk memodelkan pengembangan aplikasi (software development). Pemodelan dilakukan terhadap aplikasi yang dikembangkan. Dengan menggunakan UML, pengembangan terhadap aplikasi menjadi lebih mudah untuk dikomunikasikan dengan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap aplikasi seperti konsumen, tim pengembang, dan pengguna.

Aplikasi yang akan diinstall disini adalah Visual Paradigm 5.1 (VP-UML 8.1). Aplikasi ini cukup umum digunakan oleh teman-teman programmer saya.

Untuk yang Instalasi ($ berarti dijalankan dari SHELL Linux)

  1. Unduh dari website (yang instalasi, bukan yang NoInstall)
  2. Jalankan instalasi : Linux : $ chmod +x VP_Suite_Linux.shLinux : $ sudo ./VP_Suite_Linux.sh ; Windows : Klik 2x icon VP_Suite_Windows.exe

Untuk yang NoInstall

  1. Unduh dari website (yang NoInstall, bukan Install)
  2. Pada Windows, Ekstrak ke direktori (misal, D:\Programs\). Klik 2x icon “VP Suite.exe” di “D:\programs\VP Suite 5.1\bin”. Pada Linux, ekstrak ke direktori (misal, tar -zxvf VP_Suite_Linux_NoInstall.tar.gz). Jalankan “$ sudo ./VP_Suite5.1/bin/VP_Suite”.

Instalasi (Netbeans dan Eclipse harus sudah diinstall)

  1. Contreng produk yang ingin diinstall (Misal : “Visual Paradigm for UML (VP-UML)”, “SDE for Eclipse (SDE-EC)”, “SDE for Netbeans (SDE-NB)”). Klik tombol “Next”
  2. Pada “Products Configuration”, pilih edisi produk (dalam hal ini saya menggunakan edisi Community yang gratis dengan mendaftar di website). Dan, pilih lokasi direktori yang tepat untuk masing-masing program (misal, SDE for Eclipse Directory : D:\programs\eclipse, SDE for Netbeans DIrectory : C:\Program Files\NetBeans 6.9.1\ ). Tips : Pada Eclipse, untuk menghapus SDE yang sudah ada (misal karena sudah pernah menggunakan yang VP Suite 4.1), hapus direktori com.vp.* pada eclipse\plugins\ (windows) atau /usr/share/eclipse/plugins (linux) dan direktori eclipse\ (windows) atau /usr/share/eclipse/plugins (linux). Pada Linux, bisa dihapus dengan perintah “$ sudo rm -r /usr/share/eclipse/plugins/com.vp.sde.*” dan “”$ sudo rm -r /usr/share/eclipse/plugins/com.vp.sde.*”.
  3. Pada “Products License”, pilih path dari “License Key” yang ada. Silakan pilih antara “Combined license Key” (Community Edition : vpumlce.zvpl) atau “Single License Key” tergantung “License Key” yang dimiliki. Jika tidak ada, maka bisa diklik tombol “Next” saja, yang tetap membolehkan kita menggunakannya selama masa trial (biasanya 30 hari).

Menjalankan Program

  • SDE-EC: Jalankan Eclipse. Buka project yang diinginkan melalui Workspace (bagian kolom sebelah kanan, biasanya tab paling kiri). Jalankan Menu > Modelling > Start SDE-EC, nanti akan muncul tab Diagram Navigator di kolom sebelah kanan (tempat Workspace berada). Anda akan bisa membuat/modifikasi diagram UML yang diperlukan.
  • SDE-NB: Jalankan Netbeans. Buka project yang diinginkan melalui Projects (bagian kolom sebelah kanan, biasanya tab paling kiri), klik kanan dan pilih “Set as main Project”. Jalankan Menu > Tools > Start SDE-NB, nanti akan muncul tab Diagram Navigator di kolom sebelah kanan (tempat Workspace berada). Anda akan bisa membuat/modifikasi diagram UML yang diperlukan.* Untuk yang instalasi. Pada Windows, pilih dari Start Menu > Visual Paradigm. Pada Linux (Ubuntu), Application > Other.
  • Untuk yang NoInstall. Pada Windows, jalankan program dari “D:\programs\VP Suite 5.1\bin”. Pada Linux, jalankan program dari “VP Suite 5.1/bin” dengan perintah “./Visual_Paradigm_for_UML_8.1″ atau bisa diklik 2x di icon melalui nautilus (windows explorer linux) dan pilih “Run”.
Share
Login menggunakan root pada Linux Ubuntu Desktop
Apr 7th, 2011 by Rudra

Biasanya kita diharuskan menggunakan login yang berbeda dengan root untuk dapat menggunakan Gnome Display Manager (GDM) atau KDE Display Manager (KDM). Pada Linux Ubuntu, pengguna tidak dapat loggin menggunakan root, dan harus menjalankan perintah dengan otoritas root menggunakan sudo atau sudo su. Bagaimana jika dari awal kita ingin otoritasdan session yang digunakan langsung root? Cara yang saya gunakan sederhana saja, tidak perlu menggunakan langkah yang panjang dan rumit. Tentu saja cara ini sebetulnya berbahaya untuk sistem karena dapat merusak tanpa adanya batasan terhadap sistem. YOU’VE BEEN WARNED!

Cara membuat login root dapat menggunakan GDM untuk sesinya sendiri adalah sebagai berikut :

  1. Buka terminal command-line (shell). Jika Anda menggunakan Gnome Desktop Environtment, buka di Applications -> Accessories -> Terminal
  2. Berikan password pada user root : $ sudo passwd root
  3. Masukkan password root, kemudian masukkan 2x password yang baru (boleh sama).
  4. Silakan log out atau switch user, login menggunakan : username=root password=YangTadiDibuat

Seharusnya Anda akan dibawa ke dalam Desktop baru untuk root Anda. Selamat merusak berkarya :)

 

Share
Membuat UFD (USB Flash Disk) Windows 7 Installer
Mar 1st, 2011 by Rudra

Windows 7 merupakan sistem operasi terbaru dari Microsoft, menjadikannya Sistem Operasi pilihan untuk komputer jenis baru agar bisa menggunakan semua fungsi dengan optimal. Sayangnya beberapa jenis komputer seperti netbook tidak memiliki Optical Drive (CD/DVD-ROM Reader). Untuk mengatasi hal ini, kita bisa membuat UFD Installer Windows 7. Berikut adalah caranya.

Bahan :

  • UFD min 4GB dengan format NTFS (minimal tersedia 3,2 GB). Jika ingin diformat, klik kanan pada drive UFD (misal, i:) pilih “Format…”, dengan pilihan : File System = NTFS, Quick Format
  • Komputer dengan OS Windows Vista/7
  • DVD Installer Windows 7 (atau ISO backup)

Prosedur :

Membuat UFD Bootable

  1. Colokkan UFD ke komputer, kenali lokasi drive UFD
  2. Buka Command Prompt sebagai Administrator (Start menu -> All Programs -> Accessories -> klik kanan Command Prompt, Run As Administrator)
  3. Jalankan ($ pada hal ini adalah SHELL):
    1. $ h: [Masuk ke drive (H: adalah DVD-ROM pada komputer) atau direktori ISO]
    2. $ cd boot
    3. $ bootsect /nt60 i: [i: adalah lokasi drive UFD]
  4. OK, Anda telah berhasil membuat UFD yang bootable.

Mengkopi Seluruh Isi DVD Installer Windows 7

Anda bisa mengkopi langsung seluruh isi DVD Installer Windows 7 dengan Windows Explorer, atau bisa menggunakan Command Prompt (tidak harus Administrator privileges) dengan langkah berikut :

  1. $ h: [H: adalah DVD-ROM pada komputer]
  2. $ cd \ [hanya untuk memastikan direktori bekerja pada posisi root]
  3. $ xcopy /s /e /f *.* i: [mengkopi seluruh isi DVD ke dalam UFD, /s untuk mengkopi seluruh struktur direktori dan isinya, /e untuk mengkopi direktori kosong, /f untuk menampilkan proses kopi data yang berlangsung]

Sekarang coba restart komputer dan boot dari UFD untuk mengujinya. Bisa diubah dari setting BIOS atau pilihan boot.

Selamat mencoba!

Share
Setting Proxy IDE Eclipse
Feb 9th, 2011 by Rudra

Saya menggunakan internet di belakang proxy yang memerlukan autentikasi. Karena Saya menggunakan IDE Eclipse, untuk melakukan update saya harus melakukan setting proxy di dalam program.

Cara untuk melakukannya adalah sebagai berikut :

  1. Jalankan program IDE Eclipse
  2. Buka Window -> Preferences
  3. Buka General -> Network Connection
  4. Ubah Active Provider: Manual
  5. Klik tombol Edit… atau klik 2x pada HTTP
  6. Edit Proxy Entry > misal, Host : cache.untaiankisah.web.id ; Port : 8080 ; Requires Authentication : Cek ; User : Rudra ; Password : PassWord
  7. Tutup Edit Proxy Entry, Preferences.
  8. Jalankan update > Help -> Check for Updates

Selamat mencoba!

Share
Masalah AVD tidak berjalan pada Android SDK
Feb 4th, 2011 by Rudra

Saya sedang belajar membuat aplikasi untuk Android menggunakan IDE eclipse di komputer. karena Saya cukup sering berpergian (mobile), Saya juga ingin menggunakan notebook Saya untuk belajar. Masalahnya pada notebook saya, yang menggunakan sistem operasi Windows 7, Android SDK nya tidak berfungsi dengan baik. Setiap kali saya menjalankan AVD(Android Virtual Device), yang boleh juga dibilang emulator Android, selalu muncul tulisan :

emulator: ERROR: unknown virtual device name: ‘Android2.2-APILevel8′

emulator: could not find virtual device name: ‘Android2.2-APILevel8′

dan imbasnya, tentu saja, kepada program yang saya buat menjadi tidak bisa diuji.

Saya mencoba mengutak-atik Android SDK (di dalam direktorinya. Kalau di komputer saya, saya letakkan di dalam direktori D:\Programs\AndroidSDK) untuk mengetahui penyebab masalah ini.

Semua langkah yang saya lakukan berikutnya dijalankan di command prompt. Membuka Command Prompt : Start Menu > Accessories > Command Prompt.

Langkah yang saya lakukan untuk mengetahui daftar AVD yang tersedia :

Drive D:\> cd \Programs\AndroidSDK\tools

Drive D:\Programs\AndroidSDK\tools> android list

Available Android targets:

id: 1 or “android-8″

Name: Android 2.2

Type: Platform

API level: 8

Revision: 2

Skins: HVGA (default), QVGA, WQVGA400, WQVGA432, WVGA800, WVGA854

Available Android Virtual Devices:

Name: Android2.2-APILevel8

Path: D:\Rudra\.android\avd\Android2.2-APILevel8.avd

Target: Android 2.2 (API level 8)

Skin: HVGA

Berdasarkan keterangan ini, berarti ada AVD yang bisa digunakan. Andaikata Android SDK tidak ada masalah, program ini akan menjalankan emulasi Android.

Saya coba menjalankan AVD melalui program emulator :

Drive D:\Programs\AndroidSDK\tools> emulator @Android2.2-APILevel8

emulator: ERROR: unknown virtual device name: ‘Android2.2-APILevel8′

emulator: could not find virtual device name: ‘Android2.2-APILevel8′

Ternyata memang tidak bisa. Padahal berdasarkan aturan penempatan berkas-berkas konfigurasi dan AVD dari Android SDK sudah tepat, yaitu berada di dalam direktori .android di ‘Home User’ (Punya : D:\Rudra\.android).

Saya bingung dengan masalah ini, kira-kira kenapa, ya? Karena di komputer Saya yang lain, Android SDK berfungsi dengan baik. Dan berkas-berkas Android SDK kedua komputer tersebut sama persis.

Saya sudah mencoba installer Windows untuk Android SDK dan update langsung lewat internet. Hasilnya? Masih tidak bisa. Padahal semua konfigurasi dan Android SDK sebelumnya sudah Saya hapus.

Ada yang punya solusi?

Updated : Berhasil! Ternyata masalahnya disebabkan cara baca direktori .android dari tools Android SDK yang membaca dari tempat yang berbeda. Metode yang pertama membaca dari registry dan yang satu lagi membaca dari Environtment Variable. Agar tools Android SDK berfungsi, saya membuat NTFS Junction agar direktori .android tetap satu lokasi tetapi dianggap berada di dua tempat. Bingung?

NTFS Junction disini bertujuan membuat directory junction yang memberikan symbolic link di dalam direktori yang diinginkan terhadap direktori yang sebenarnya dituju.

Cara mengatasi masalahnya sebagai berikut :

Direktori Users Default : C:\Users\Rudra

Direktori Users yang dipindah (jadi mungkin mempengaruhi Envoirontment Variable dan Registry) :   D:\Rudra

Membuka Command Prompt : Start Menu > Accessories > Command Prompt.

C:\Users\Rudra>mklink

Creates a symbolic link.

MKLINK [[/D] | [/H] | [/J]] Link Target

/D Creates a directory symbolic link. Default is a file
symbolic link.

/H Creates a hard link instead of a symbolic link.

/J Creates a Directory Junction.

Link specifies the new symbolic link name.

Target specifies the path (relative or absolute) that the new link
refers to.

C:\Users\Rudra>mklink /J .android D:\Rudra\.android

Junction created for .android <<===>> D:\Rudra\.android

Silakan dilihat di dalam direktori C:\Users\Rudra (atau nama user Anda), telah muncul symbolic link .android yang mengarah ke D:\Rudra.android.

Semoga berguna dan selamat belajar Android! :)

Share
SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa
© Hak cipta untaiankisah.web.id.