10.10 anak android apt apt-get blog dosen IDE install internet islam istri itb keluarga kisah kubuntu kuliah lampung linka linux maverick modul movie ngajar package password praktikum programming pso sistem operasi software teknologi terminal tools troubleshooting tugas tutorial ubuntu ujian unix web website windows winxp wordpress
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
Melakukan Rooting pada Smartphone Sony Ericsson Neo 2.3.3
*** PERINGATAN ***
Khusus untuk smartphone Sony Ericsson Experia Neo (MT15i) versi Android 2.3.3, tidak untuk Android 2.3.4.
cara mengecek versi :
tekan tombol Menu > Settings > About Phone, lihat Android version. Untuk kegiatan ini diperlukan versi 2.3.3.
BACKUP
Jangan lupa untuk membackup data Anda, karena akan dilakukan “Wipe User Data”.
Untuk melakukan backup App, SMS, dan Contact di Android, dapat dilakukan dengan cara berikut :
MEMPERSIAPKAN BAHAN
1. bahan-bahan (Letakkan pada 1 folder):
Catatan dari ope.iki di kaskus (sumber klik disini):
DOWNGRADE KE FIRMWARE 2.3.2
2. Step-step Downgrade ke FW 2.3.2 untuk 2.3.3 (2.3.4 akan bermasalah di baterai 0% atau 1%)
Catatan:
Pada kasus saya, baterai restart tertulis 1%, saya melakukan restart beberapa kali tidak ada perubahan. Solusinya, saya matikan smartphone SE Neo, mencabut baterai. Kemudian tunggu sebentar. Pasang kembali baterai, dan menghidupkan kembali smartphone SE Neo. Lampu flash hidup sekali dan baterai kembali berfungsi normal.
Pastikan bahwa versi firmware yang digunakan adalah 2.3.2. Cara mengecek versi :
tekan tombol Menu > Settings > About Phone, lihat Android version. Seharusnya tertulis 2.3.2.
ROOTING DENGAN GINGERBREAK
Sekarang kita akan melakukan rooting menggunakan app GingerBreak. Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
UPDATE KE VERSI YANG LEBIH BARU (Sampai dengan saat ini adalah versi 2.3.4)
Update harus dilakukan OTA (Over The Air, melalui WiFi atau 3G). jika di update melalui PC, smartphone SE Neo akan menjadi unroot. Sebaiknya untuk melakukan update lokasi berada di jaringan WiFi yang memiliki koneksi internet cepat. Catatan : Saya menggunakan koneksi 3G untuk melakukan update, yang dilakukan pada malam hari.
MENGEMBALIKAN BACKUP
Sekarang kita akan mengembalikan backup. Untuk melakukan restore dapat dilakukan cara sebagai berikut :
Selamat rooting!
Sumber :
Saya baru saja melakukan rooting di HP Sony Ericsson Neo. Rencananya tahapan yang saya lakukan akan saya share disini. Sebelumnya, Saya ingin share sedikit mengenai cara melakukan backup terhadap application, SMS, dan Contact.
Restore ini dapat digunakan apabila berganti HP, atau baru menulis firmware baru di HP yang menghapus semua data user. Untuk melakukan restore dapat dilakukan cara sebagai berikut :
Battery Widget cukup jelas menginformasikan persentase (%) baterai yg tersisa, yang tentu saja ditampilkan melalui widget yang diletakkan di workspace. Sayangnya, visual widget kurang bagus, terkesan bukan buatan profesional. Aplikasi ini berjalan sepanjang waktu, yang berarti ada sumber daya yang dipakai terus menerus. Kalau dari segi keamanan, setahu saya aplikasi ini tidak melakukan data mining ataupun koneksi ke internet. Saya lebih menyarankan untuk menggunakan aplikasi Elixir saja Widget baterai tersedia, dan banyak fungsi lainnya.
Saya kemarin berjalan-jalan ke Dukomsel, Bandung. Saya sedang mencari HP berbasis OS Android. Sembari melihat-lihat, mata saya terpaku terhadap HP Sony Ericsson Xperia Mini Pro yang baru. HP tersebut memiliki spesifikasi yang menarik.
Spesifikasi Sony Ericsson Xperia Mini Pro : (sumber)
Camera 5 megapixel camera 8x digital zoom Auto focus Face detection Face recognition Flash / LED Front-facing camera (VGA) Geo tagging HD video recording (720p) Scene detection Self-timer Send to web Smile detection Smile Shutter Touch capture Touch focus Video light Video recording Video stabiliser
Music Album art Bluetooth stereo (A2DP) Music tones (MP3/AAC) PlayNow service Sony Ericsson Music Player TrackID music recognition application xLOUD Experience
Internet Android Market Bookmarks Google search Google Voice Search NeoReader barcode scanner Pan & zoom Web browser (WebKit)
Communication Call list Conference calls Facebook application Google Talk Polyphonic ringtones Skype Sony Ericsson Timescape Speakerphone Twitter (Timescape integration) Vibrating alert Video chat ready
Messaging Conversations Email Google Mail Handwriting recognition Instant messaging Picture messaging (MMS) Predictive text input Sound recorder Text messaging (SMS) Type & Send widget
Design Auto rotate Four corner home screen Keyboard (onscreen, 12 key) Keyboard (QWERTY) Keyboard (onscreen, QWERTY) Picture wallpaper Reality Display with Sony Mobile BRAVIA® Engine Smart Keyboard Touchscreen Live wallpaper
Entertainment 3D games Media browser Radio (FM radio with RDS) Video streaming YouTube
Organiser Alarm clock Calculator Calendar Document readers E-Manual Flight mode Google Calendar Google Gallery 3D Infinite button Phone book Setup Wizard Widget manager
Connectivity 3.5 mm audio jack aGPS Bluetooth technology DLNA Certified Google Latitude Google Maps with Street View Media Transfer Protocol support Micro USB support Modem Synchronisation via Facebook Synchronisation via Google Sync Synchronisation via Sony Ericsson Sync Synchronisation: Microsoft® Exchange ActiveSync® via Moxier Client Synchronisation: Microsoft® Exchange ActiveSync® USB mass storage USB High speed 2.0 support Wi-Fi Wisepilot turn-by-turn navigation
Display Reality Display with Mobile BRAVIA® Engine 16,777,216 colour TFT Capacitive touchscreen (multi-touch) 3 inches 320 x 480 pixels Scratch-resistant mineral glass
Memory Phone memory (user-free): up to 320MB Memory card support: microSD, up to 32GB Memory card included: 2GB microSD
Battery life Talk time GSM/GPRS: Up to 5 hrs 40 min* Standby time GSM/GPRS: Up to 331 hrs* Talk time UMTS: Up to 5 hrs 25 min* Standby time UMTS: Up to 340 hrs* Music listening time: Up to 29 hrs* Video playback time: Up to 5 hrs 45 min*
Networks UMTS HSPA 900, 2100 GSM GPRS/EDGE 850, 900, 1800, 1900 UMTS HSPA 850, 1900, 2100 GSM GPRS/EDGE 850, 900, 1800, 1900
Accessories Xperia mini pro 1200mAh exchangeable battery Stereo portable handsfree 2GB microSD memory card Charger Micro USB cable for charging Synchronisation and file transfer User documentation
Facts Operating system: Google Android 2.3 (Gingerbread) Processor: 1 GHz Qualcomm Snapdragon Size: 92 x 53 x 18mm Weight: 136g
Colours Black, white, pink, turquoise
HP dengan OS Android Gingerbread ini memiliki processor 1.0 GHz yang merupakan salah satu spesifikasi tertinggi yang bisa didapatkan untuk HP di harga 2 jutaan. Harga yang ditawarkan adalah Rp 2.399.000,-.
Salah satu nilai lebih dari HP ini adalah teknologi Sony Bravia Engine luar biasa. Kualitas gambar yang ditingkatkan oleh teknologi ini mengagumkan dan tanpa membebani baterai.
Dengan UI khas yang menarik dari Xperia milik Sony Ericsson ini ditambah dengan adanya keyboard fisik yang bisa dislide keluar, Handphone ini betul-betul membuat saya tergiur untuk membelinya. Nilai minusnya mungkin adalah layar 3″ yang dirasa terlalu kecil dan ketebalannya yang menganggu.
Sayang, HP ini tidak memiliki HDMI output yang kebetulan saya cari. Jika ada, kemungkinan besar sudah saya beli dari kemarin.
Galeri bisa dilihat di Xperia Blog.
Saya baru-baru ini mencoba pakai Evernote untuk membuat catatan di komputer. Alasan pertama adalah karena saat ini saya menggunakan Notepad++ yang Saya rasa kurang kalau mau mencatat gambar dan attach dokumen. Biasanya saya memakai Microsoft OneNote, tetapi kok rasanya tidak nyaman. Setelah mempertimbangkan aplikasi pilihan lain, Saya melihat bahwa Evernote berjalan di iPad. Umumnya aplikasi yang dibuat di platform Apple sangat nyaman, jadi Saya tertarik untuk mencobanya.
Setelah mengunduh aplikasi Evernote di situs evernote.com, Saya langsung install program tersebut. Pertama kali dijalankan, Evernote akan meminta kita untuk mendaftar (sign up), tujuannya adalah agar bisa sinkronisasi dengan login yang sama kalau kita mengakses Evernote dari komputer ataupun device yang berbeda (device yang didukung : Web clipper, Mac OS X, Windows, iPad, iPhone / iPod Touch, BlackBerry, Palm Pre /Pal Pixi, Android).
Kemudian Saya mencoba untuk membuat catatan dengan Tombol ‘New Note’. Saya bisa membuat catatan dengan mengetik, copy-paste, dragging (untuk gambar, suara, dan pdf; untuk docx,excel, dsb memerlukan layanan premium), dan bahkan bisa menggunakan Webcam untuk mengambil gambar langsung dan menulis dengan mouse (tentu saja lebih berguna kalau menggunakan layar sentuh). Saya bisa menandai setiap catatan yang saya buat dengan tag, sehingga mencari menjadi lebih mudah. Tentu saja selain pencarian dengan tag, juga bisa dengan keyword, dan atribut dari catatan.
Agar bisa multiplatform, bisa menggunakan tombol sync untuk sinkronisasi dengan server Evernote sehingga bisa dibuka dengan platform lain. Aplikasi ini lumayan menyenangkan, saat ini Saya cukup puas dengan fitur yang dimilikinya. Tertarik untuk mencoba? Silakan kunjungi evernote.com
Having this kind of problem when trying to use AVD in Android SDK Windows?
emulator: ERROR: unknown virtual device name: ‘Android2.2-APILevel8′ emulator: could not find virtual device name: ‘Android2.2-APILevel8′
emulator: ERROR: unknown virtual device name: ‘Android2.2-APILevel8′
emulator: could not find virtual device name: ‘Android2.2-APILevel8′
Fear not, I have found a solution.
The problem caused by the way Android SDK read the User directory. Directory .android (the place for setting and AVD kept) are read from different places. The method first read from the registry and the other one read from the Environtment Variable. For the tools to function, we need to create an NTFS Junction for the directory. Directory .android remains on one location but is considered by the system to be in two places. Therefore it doesn’t matter where Android SDK access the configuration, it’s still the same directory.
Here’s how we fix it :
Users Default directory: C:\User\Rudra (you can change this to your user name)
Users directory which has been moved (so it might affect Envoirontment Variable and Registry): D:\Rudra
From command prompt (Start Menu > Accessories > Command Prompt) :
C:\Users\Rudra>mklink Creates a symbolic link. MKLINK [[/D] | [/H] | [/J]] Link Target /D Creates a directory symbolic link. Default is a file symbolic link. /H Creates a hard link instead of a symbolic link. /J Creates a Directory Junction. Link specifies the new symbolic link name. Target specifies the path (relative or absolute) that the new link refers to. C:\Users\Rudra>mklink /J .android D:\Rudra\.android Junction created for .android <<===>> D:\Rudra\.android Look in directory C:\Users\Rudra, there will be a symbolic link .android that point to D:\Rudra\.android.
C:\Users\Rudra>mklink
Creates a symbolic link.
MKLINK [[/D] | [/H] | [/J]] Link Target
/D Creates a directory symbolic link. Default is a file symbolic link.
/H Creates a hard link instead of a symbolic link.
/J Creates a Directory Junction.
Link specifies the new symbolic link name.
Target specifies the path (relative or absolute) that the new link refers to.
C:\Users\Rudra>mklink /J .android D:\Rudra\.android
Junction created for .android <<===>> D:\Rudra\.android
Look in directory C:\Users\Rudra, there will be a symbolic link .android that point to D:\Rudra\.android.
Now your Android SDK should be functioning correctly. Have fun!
Saya sedang belajar membuat aplikasi untuk Android menggunakan IDE eclipse di komputer. karena Saya cukup sering berpergian (mobile), Saya juga ingin menggunakan notebook Saya untuk belajar. Masalahnya pada notebook saya, yang menggunakan sistem operasi Windows 7, Android SDK nya tidak berfungsi dengan baik. Setiap kali saya menjalankan AVD(Android Virtual Device), yang boleh juga dibilang emulator Android, selalu muncul tulisan :
dan imbasnya, tentu saja, kepada program yang saya buat menjadi tidak bisa diuji.
Saya mencoba mengutak-atik Android SDK (di dalam direktorinya. Kalau di komputer saya, saya letakkan di dalam direktori D:\Programs\AndroidSDK) untuk mengetahui penyebab masalah ini.
Semua langkah yang saya lakukan berikutnya dijalankan di command prompt. Membuka Command Prompt : Start Menu > Accessories > Command Prompt.
Langkah yang saya lakukan untuk mengetahui daftar AVD yang tersedia :
Drive D:\> cd \Programs\AndroidSDK\tools Drive D:\Programs\AndroidSDK\tools> android list Available Android targets: id: 1 or “android-8″ Name: Android 2.2 Type: Platform API level: 8 Revision: 2 Skins: HVGA (default), QVGA, WQVGA400, WQVGA432, WVGA800, WVGA854 Available Android Virtual Devices: Name: Android2.2-APILevel8 Path: D:\Rudra\.android\avd\Android2.2-APILevel8.avd Target: Android 2.2 (API level Skin: HVGA
Drive D:\> cd \Programs\AndroidSDK\tools
Drive D:\Programs\AndroidSDK\tools> android list
Available Android targets:
id: 1 or “android-8″
Name: Android 2.2
Type: Platform
API level: 8
Revision: 2
Skins: HVGA (default), QVGA, WQVGA400, WQVGA432, WVGA800, WVGA854
Available Android Virtual Devices:
Name: Android2.2-APILevel8
Path: D:\Rudra\.android\avd\Android2.2-APILevel8.avd
Target: Android 2.2 (API level
Skin: HVGA
Berdasarkan keterangan ini, berarti ada AVD yang bisa digunakan. Andaikata Android SDK tidak ada masalah, program ini akan menjalankan emulasi Android.
Saya coba menjalankan AVD melalui program emulator :
Drive D:\Programs\AndroidSDK\tools> emulator @Android2.2-APILevel8 emulator: ERROR: unknown virtual device name: ‘Android2.2-APILevel8′ emulator: could not find virtual device name: ‘Android2.2-APILevel8′
Drive D:\Programs\AndroidSDK\tools> emulator @Android2.2-APILevel8
Ternyata memang tidak bisa. Padahal berdasarkan aturan penempatan berkas-berkas konfigurasi dan AVD dari Android SDK sudah tepat, yaitu berada di dalam direktori .android di ‘Home User’ (Punya : D:\Rudra\.android).
Saya bingung dengan masalah ini, kira-kira kenapa, ya? Karena di komputer Saya yang lain, Android SDK berfungsi dengan baik. Dan berkas-berkas Android SDK kedua komputer tersebut sama persis.
Saya sudah mencoba installer Windows untuk Android SDK dan update langsung lewat internet. Hasilnya? Masih tidak bisa. Padahal semua konfigurasi dan Android SDK sebelumnya sudah Saya hapus.
Ada yang punya solusi?
Updated : Berhasil! Ternyata masalahnya disebabkan cara baca direktori .android dari tools Android SDK yang membaca dari tempat yang berbeda. Metode yang pertama membaca dari registry dan yang satu lagi membaca dari Environtment Variable. Agar tools Android SDK berfungsi, saya membuat NTFS Junction agar direktori .android tetap satu lokasi tetapi dianggap berada di dua tempat. Bingung?
NTFS Junction disini bertujuan membuat directory junction yang memberikan symbolic link di dalam direktori yang diinginkan terhadap direktori yang sebenarnya dituju.
Cara mengatasi masalahnya sebagai berikut :
Direktori Users Default : C:\Users\Rudra
Direktori Users yang dipindah (jadi mungkin mempengaruhi Envoirontment Variable dan Registry) : D:\Rudra
Membuka Command Prompt : Start Menu > Accessories > Command Prompt.
C:\Users\Rudra>mklink Creates a symbolic link. MKLINK [[/D] | [/H] | [/J]] Link Target /D Creates a directory symbolic link. Default is a file symbolic link. /H Creates a hard link instead of a symbolic link. /J Creates a Directory Junction. Link specifies the new symbolic link name. Target specifies the path (relative or absolute) that the new link refers to. C:\Users\Rudra>mklink /J .android D:\Rudra\.android Junction created for .android <<===>> D:\Rudra\.android
Silakan dilihat di dalam direktori C:\Users\Rudra (atau nama user Anda), telah muncul symbolic link .android yang mengarah ke D:\Rudra.android.
Semoga berguna dan selamat belajar Android!
Muslim Utami: Assalamu'alaikum dan Salam Kenal
Rendy: sangat membantu dlm mnbh referensi bwt study
nasrullah: aku pngn pny bnyk tmn add aku ya nasrullahalfajrin@yahoo.co.id
nasrullah: mng nie da paan ya kok aku ga ngeh hehehe
ardy: mmenemukan materi kuliah disini asyik, salam knalll
ShoutBox RSS Feed
» Leave a reply
Name
Email
Comment
Lampung Kite
Technorati Profile
Web Directory
Feedjit Live Blog Stats