SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
Melakukan Rooting pada Smartphone Sony Ericsson Neo versi Android 2.3.3
Okt 30th, 2011 by Rudra

Melakukan Rooting pada Smartphone Sony Ericsson Neo 2.3.3

*** PERINGATAN ***

Khusus untuk smartphone Sony Ericsson Experia Neo (MT15i) versi Android 2.3.3, tidak untuk Android 2.3.4.

cara mengecek versi :

tekan tombol Menu > Settings > About Phone, lihat Android version. Untuk kegiatan ini diperlukan versi 2.3.3.

*** PERINGATAN ***

BACKUP

Jangan lupa untuk membackup data Anda, karena akan dilakukan “Wipe User Data”.

Untuk melakukan backup App, SMS, dan Contact di Android, dapat dilakukan dengan cara berikut :

  • App backup : install App AppMonster (bisa dari Android Market). Jalankan App AppMonster, tekan tombol Menu > Backup. Seluruh App akan di backup ke dalam SD card. Untuk melihat App yang di backup, tekan tombol Menu > View Archive.
  • Contacts backup : buka Contacts, tekan tombol Menu> Back up contacts > Memory card. File akan disimpan ke PIM00001.vcf (jika belum pernah di back up).
  • SMS backup : install App SMS Backup & Restore (bisa dari Android Market). Jalankan App SMS Backup &  Restore, tekan tombol Backup, akan disimpan dalam format tahunbulantanggaljammenitdetik.xml (misal:20111026065808.xml). Klik OK pada konfirmasi berhasil.

MEMPERSIAPKAN BAHAN

1. bahan-bahan (Letakkan pada 1 folder):

Catatan dari ope.iki di kaskus (sumber klik disini):

  1. Ambil Flashtool yg 0.2.8 yang 0.3.0 sedikit bermasalah saat dicoba berkali-kali. Lihat kembali di developer-nya, yg benar-benar tanpa bugs baru ada di device-device tertentu.
  2. Rooting via locked bootloder (downgrade 2.3.2 and update to 2.3.3 or 2.3.4), jangan sekali-kali melakukan update superuser. Notifikasi outdated pada superuser sebaiknya dinonaktifkan. Ini sudah dicoba pada SE Xperia Play dan Neo. Masalah locked akan terjadi jika di update di versi 3.0.2.

DOWNGRADE KE FIRMWARE 2.3.2

2. Step-step Downgrade ke FW 2.3.2 untuk 2.3.3 (2.3.4 akan bermasalah di baterai 0% atau 1%)

  • Klik 2x pada FlashTool 0.3.0.0.exe dan ekstrak. Akan dibuat satu folder bernama FlashTool.
  • Ekstrak FW SE Neo MT15i NEO-GLOBAL-3.0.A.2.181.rar ke dalam folder firmwares yg ada di dalam folder FlashTool.
  • Ekstrak isi drivers.rar dan arsipkan kembali isi menjadi MT15i_ADB_drivers.zip. Hal ini perlu dilakukan karena FlashTool tidak bisa membaca RAR. Pindahkan  MT15i_ADB_drivers.zip ke dalam folder drivers yg ada di dalam folder FlashTool.
  • pada SE Neo buka Settings > Applications > Development dan centang USB Debugging.
  • Jalankan X10FlashTool.exe di dalam folder FlashTool (pada Windows 7, klik kanan dan Run as administrator).
  • Klik tombol Flash. Pada “Select a Firmware” seharusnya sudah ada Device MT15i Version 3.0.A.2.181 (Gambar 1). Dan perhatikan pilihan “Wipe user data” di centang, sebaiknya lakukan backup sebelum flashing. Catatan : boleh tidak dilakukan “Wipe user data”, kalaupun error pada firmware 2.3.2, ketika di update (misal ke 2.3.3) error akan hilang.
    Gambar 1 Dari Melakukan Rooting pada Smartphone Sony Ericsson Neo versi Android 2.3.3
  • Dengan pilihan pada Device MT15i, klik OK. Tunggu sampai muncul pop up petunjuk untuk melakukan flashing (Gambar 2).
    Gambar 2 Dari Melakukan Rooting pada Smartphone Sony Ericsson Neo versi Android 2.3.3
  • Matikan smartpphone SE Neo.
  • Tekan dan tahan tombol Back pada  smartpphone SE Neo. Colokkan SE Neo (dalam keadaan mati) menggunakan kabel USB ke komputer.
  • Setelah proses flashing dimulai (Gambar 3), tombol Back boleh dilepas. Tunggu sampai proses flashing selesai.
    Dari Melakukan Rooting pada Smartphone Sony Ericsson Neo versi Android 2.3.3
  • Jika sudah ada keterangan “Flashing finished.” (Gambar 4), cabut USB dan nyalakan smartphone SE Neo. Tunggu booting selesai (sekitar 4 menit). Anda akan diminta melakukan setting awal, dan smartphone Se Neo akan melakukan restart kembali.
    Dari Melakukan Rooting pada Smartphone Sony Ericsson Neo versi Android 2.3.3

Catatan:

Pada kasus saya, baterai restart tertulis 1%, saya melakukan restart beberapa kali tidak ada perubahan. Solusinya, saya matikan smartphone SE Neo, mencabut baterai. Kemudian tunggu sebentar. Pasang kembali baterai, dan menghidupkan kembali smartphone SE Neo. Lampu flash hidup sekali dan baterai kembali berfungsi normal.

Pastikan bahwa versi firmware yang digunakan adalah 2.3.2. Cara mengecek versi :

tekan tombol Menu > Settings > About Phone, lihat Android version. Seharusnya tertulis 2.3.2.

ROOTING DENGAN GINGERBREAK

Sekarang kita akan melakukan rooting menggunakan app GingerBreak. Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :

  • Kopi GingerBreak-v1.20.apk ke smartphone SE Neo. Bisa melalui Bluetooth atau USB.
  • Pastikan bahwa apk bisa di install melalui unknown source. Untuk memastikannya, tekan tombol menu, Settings > Applications, Unknown sources harus tercentang. Buka juga Development, USB debugging harus tercentang.
  • Install GingerBreak-v1.20.apk. Bisa menggunakan aplikasi file browser, download saja dari Market. Saya menggunakan ASTRO file browser. Tap GingerBreak-v1.20.apk, tap Install untuk melakukan instalasi.
  • Jalankan app GingerBreak, pilih Root device. Jika lancar, smartphone SE Neo akan melakukan reboot dan muncul app baru bernama SuperUser. Catatan: pertama kali saya jalankan, GingerBreak gagal melakukan root. Tetapi, setelah saya ulang, root berhasil dan app SuperUser muncul.

UPDATE KE VERSI YANG LEBIH BARU (Sampai dengan saat ini adalah versi 2.3.4)

Update harus dilakukan OTA (Over The Air, melalui WiFi atau 3G). jika di update melalui PC, smartphone SE Neo akan menjadi unroot. Sebaiknya untuk melakukan update lokasi berada di jaringan WiFi yang memiliki koneksi internet cepat. Catatan : Saya menggunakan koneksi 3G untuk melakukan update, yang dilakukan pada malam hari.

  • Tekan tombol menu, Settings > About phone > Software update > Update now.
  • Tap OK untuk memulai pengecekan update firmware baru. Jika tidak ada masalah, maka firmware baru akan di download dan instalasi dimulai. Catatan : jika gagal, coba periksa tanggal dan waktu benar atau tidak. Kalau belum bisa, coba beberapa kali, karena kemungkinan server Sony Ericsson sedang sibuk. Jika muncul tulisan “Cannot update”, kemungkinan karena Anda melakukan perubahan terhadap sistem atau tidak menggunakan firmware orisinil.
  • Selesai booting, tekan tombol Menu > Settings > About Phone, lihat Android version. Jika update berhasil Android Version akan berubah menjadi versi terbaru (dalam hal ini 2.3.4).

MENGEMBALIKAN BACKUP

Sekarang kita akan mengembalikan backup. Untuk melakukan restore dapat dilakukan cara sebagai berikut :

  • App restore : install App AppMonster (bisa dari Android Market). Jalankan App AppMonster, tekan tombol Menu > Backup. Seluruh App akan di backup ke dalam SD card. Untuk melihat App yang di backup, tekan tombol Menu > View Archive.
  • Contacts restore : Sebaiknya, jika belum dibuat, buat akun Google dulu di Android, supaya nanti bisa sync ke Google.
  • Contacts, tekan tombol Menu> Import contacts > Memory card. Pilih account akan dibuat dimana, dalam hal ini saya pilih akun Google. Pencarian akan dilakukan untuk vCard (vcf). Pada Select vCard file, pilih import from file(jangan yang files), pilih File yang tadi disimpan (PIM00001.vcf ).
  • SMS restore : install App SMS Backup & Restore (bisa dari Android Market), atau restore dari AppMonster. Jalankan App SMS Backup &  Restore, tekan tombol Restore, semua SMS yang dibackup akan dikembalikan.

Selamat rooting! :)

Sumber :

Share
Backup App, SMS dan Contact di Android
Okt 26th, 2011 by Rudra

Saya baru saja melakukan rooting di HP Sony Ericsson Neo. Rencananya tahapan yang saya lakukan akan saya share disini. Sebelumnya, Saya ingin share sedikit mengenai cara melakukan backup terhadap application, SMS, dan Contact.

Untuk melakukan backup App, SMS, dan Contact di Android, dapat dilakukan dengan cara berikut :

  • App backup : install App AppMonster (bisa dari Android Market). Jalankan App AppMonster, tekan tombol Menu > Backup. Seluruh App akan di backup ke dalam SD card. Untuk melihat App yang di backup, tekan tombol Menu > View Archive.
  • Contacts backup : buka Contacts, tekan tombol Menu> Back up contacts > Memory card. File akan disimpan ke PIM00001.vcf (jika belum pernah di back up).
  • SMS backup : install App SMS Backup & Restore (bisa dari Android Market). Jalankan App SMS Backup &  Restore, tekan tombol Backup, akan disimpan dalam format tahunbulantanggaljammenitdetik.xml (misal:20111026065808.xml). Klik OK pada konfirmasi berhasil.

Restore ini dapat digunakan apabila berganti HP, atau baru menulis firmware baru di HP yang menghapus semua data user. Untuk melakukan restore dapat dilakukan cara sebagai berikut :

  • App restore : install App AppMonster (bisa dari Android Market). Jalankan App AppMonster, tekan tombol Menu > Backup. Seluruh App akan di backup ke dalam SD card. Untuk melihat App yang di backup, tekan tombol Menu > View Archive.
  • Contacts restore : Sebaiknya, jika belum dibuat, buat akun Google dulu di Android, supaya nanti bisa sync ke Google.
  • Contacts, tekan tombol Menu> Import contacts > Memory card. Pilih account akan dibuat dimana, dalam hal ini saya pilih akun Google. Pencarian akan dilakukan untuk vCard (vcf). Pada Select vCard file, pilih import from file(jangan yang files), pilih File yang tadi disimpan (PIM00001.vcf ).
  • SMS restore : install App SMS Backup & Restore (bisa dari Android Market), atau restore dari AppMonster. Jalankan App SMS Backup &  Restore, tekan tombol Restore, semua SMS yang dibackup akan dikembalikan.
Share
Battery Widget APK 1.6.10 Review Singkat
Sep 30th, 2011 by Rudra

Battery Widget cukup jelas menginformasikan persentase (%) baterai yg tersisa, yang tentu saja ditampilkan melalui widget yang diletakkan di workspace. Sayangnya, visual widget kurang bagus, terkesan bukan buatan profesional. Aplikasi ini berjalan sepanjang waktu, yang berarti ada sumber daya yang dipakai terus menerus. Kalau dari segi keamanan, setahu saya aplikasi ini tidak melakukan data mining ataupun koneksi ke internet.
Saya lebih menyarankan untuk menggunakan aplikasi Elixir saja Widget baterai tersedia, dan banyak fungsi lainnya.

Share
Sony Ericsson Xperia Mini Pro : HP Value yang bagus
Agu 14th, 2011 by Rudra

Saya kemarin berjalan-jalan ke Dukomsel, Bandung. Saya sedang mencari HP berbasis OS Android. Sembari melihat-lihat, mata saya terpaku terhadap HP Sony Ericsson Xperia Mini Pro yang baru. HP tersebut memiliki spesifikasi yang menarik.

Spesifikasi Sony Ericsson Xperia Mini Pro : (sumber)

Camera
5 megapixel camera
8x digital zoom
Auto focus
Face detection
Face recognition
Flash / LED
Front-facing camera (VGA)
Geo tagging
HD video recording (720p)
Scene detection
Self-timer
Send to web
Smile detection
Smile Shutter
Touch capture
Touch focus
Video light
Video recording
Video stabiliser

Music
Album art
Bluetooth stereo (A2DP)
Music tones (MP3/AAC)
PlayNow service
Sony Ericsson Music Player
TrackID music recognition application
xLOUD Experience

Internet
Android Market
Bookmarks
Google search
Google Voice Search
NeoReader barcode scanner
Pan & zoom
Web browser (WebKit)

Communication
Call list
Conference calls
Facebook application
Google Talk
Polyphonic ringtones
Skype
Sony Ericsson Timescape
Speakerphone
Twitter (Timescape integration)
Vibrating alert
Video chat ready

Messaging
Conversations
Email
Google Mail
Handwriting recognition
Instant messaging
Picture messaging (MMS)
Predictive text input
Sound recorder
Text messaging (SMS)
Type & Send widget

Design
Auto rotate
Four corner home screen
Keyboard (onscreen, 12 key)
Keyboard (QWERTY)
Keyboard (onscreen, QWERTY)
Picture wallpaper
Reality Display with Sony Mobile BRAVIA® Engine
Smart Keyboard
Touchscreen
Live wallpaper

Entertainment
3D games
Media browser
Radio (FM radio with RDS)
Video streaming
YouTube

Organiser
Alarm clock
Calculator
Calendar
Document readers
E-Manual
Flight mode
Google Calendar
Google Gallery 3D
Infinite button
Phone book
Setup Wizard
Widget manager

Connectivity
3.5 mm audio jack
aGPS
Bluetooth technology
DLNA Certified
Google Latitude
Google Maps with Street View
Media Transfer Protocol support
Micro USB support
Modem
Synchronisation via Facebook
Synchronisation via Google Sync
Synchronisation via Sony Ericsson Sync
Synchronisation: Microsoft® Exchange ActiveSync® via Moxier Client
Synchronisation: Microsoft® Exchange ActiveSync®
USB mass storage
USB High speed 2.0 support
Wi-Fi
Wisepilot turn-by-turn navigation

Display
Reality Display with Mobile BRAVIA® Engine
16,777,216 colour TFT
Capacitive touchscreen (multi-touch)
3 inches
320 x 480 pixels
Scratch-resistant mineral glass

Memory
Phone memory (user-free): up to 320MB
Memory card support: microSD, up to 32GB
Memory card included: 2GB microSD

Battery life
Talk time GSM/GPRS: Up to 5 hrs 40 min*
Standby time GSM/GPRS: Up to 331 hrs*
Talk time UMTS: Up to 5 hrs 25 min*
Standby time UMTS: Up to 340 hrs*
Music listening time: Up to 29 hrs*
Video playback time: Up to 5 hrs 45 min*

Networks
UMTS HSPA 900, 2100
GSM GPRS/EDGE 850, 900, 1800, 1900
UMTS HSPA 850, 1900, 2100
GSM GPRS/EDGE 850, 900, 1800, 1900

Accessories
Xperia mini pro
1200mAh exchangeable battery
Stereo portable handsfree
2GB microSD memory card
Charger
Micro USB cable for charging
Synchronisation and file transfer
User documentation

Facts
Operating system: Google Android 2.3 (Gingerbread)
Processor: 1 GHz Qualcomm Snapdragon
Size: 92 x 53 x 18mm
Weight: 136g

Colours
Black, white, pink, turquoise

HP dengan OS Android Gingerbread ini memiliki processor 1.0 GHz yang merupakan salah satu spesifikasi tertinggi yang bisa didapatkan untuk HP di harga 2 jutaan. Harga yang ditawarkan adalah Rp 2.399.000,-.

Salah satu nilai lebih dari HP ini adalah teknologi Sony Bravia Engine luar biasa. Kualitas gambar yang ditingkatkan oleh teknologi ini mengagumkan dan tanpa membebani baterai.

Dengan UI khas yang menarik dari Xperia milik Sony Ericsson ini ditambah dengan adanya keyboard fisik yang bisa dislide keluar, Handphone ini betul-betul membuat saya tergiur untuk membelinya. Nilai minusnya mungkin adalah layar 3″ yang dirasa terlalu kecil dan ketebalannya yang menganggu.

Sayang, HP ini tidak memiliki HDMI output yang kebetulan saya cari. Jika ada, kemungkinan besar sudah saya beli dari kemarin.

Galeri bisa dilihat di Xperia Blog.

Share
Evernote – Mencatat semuanya
Mar 4th, 2011 by Rudra

Saya baru-baru ini mencoba pakai Evernote untuk membuat catatan di komputer. Alasan pertama adalah karena saat ini saya menggunakan Notepad++ yang Saya rasa kurang kalau mau mencatat gambar dan attach dokumen. Biasanya saya memakai Microsoft OneNote, tetapi kok rasanya tidak nyaman. Setelah mempertimbangkan aplikasi pilihan lain, Saya melihat bahwa Evernote berjalan di iPad. Umumnya aplikasi yang dibuat di platform Apple sangat nyaman, jadi Saya tertarik untuk mencobanya.

Setelah mengunduh aplikasi Evernote di situs evernote.com, Saya langsung install program tersebut. Pertama kali dijalankan, Evernote akan meminta kita untuk mendaftar (sign up), tujuannya adalah agar bisa sinkronisasi dengan login yang sama kalau kita mengakses Evernote dari komputer ataupun device yang berbeda (device yang didukung : Web clipper, Mac OS X, Windows, iPad, iPhone / iPod Touch, BlackBerry, Palm Pre /Pal Pixi, Android).

Kemudian Saya mencoba untuk membuat catatan dengan Tombol ‘New Note’. Saya bisa membuat catatan dengan mengetik, copy-paste, dragging (untuk gambar, suara, dan pdf; untuk docx,excel, dsb memerlukan layanan premium), dan bahkan bisa menggunakan Webcam untuk mengambil gambar langsung dan menulis dengan mouse (tentu saja lebih berguna kalau menggunakan layar sentuh). Saya bisa menandai setiap catatan yang saya buat dengan tag, sehingga mencari menjadi lebih mudah. Tentu saja selain pencarian dengan tag, juga bisa dengan keyword, dan atribut dari catatan.

Agar bisa multiplatform, bisa menggunakan tombol sync untuk sinkronisasi dengan server Evernote sehingga bisa dibuka dengan platform lain. Aplikasi ini lumayan menyenangkan, saat ini Saya cukup puas dengan fitur yang dimilikinya. Tertarik untuk mencoba? Silakan kunjungi evernote.com

Share
Android SDK AVD Problem : unknown virtual device name & could not find virtual device
Feb 5th, 2011 by Rudra

Having this kind of problem when trying to use AVD in Android SDK Windows?

emulator: ERROR: unknown virtual device name: ‘Android2.2-APILevel8′

emulator: could not find virtual device name: ‘Android2.2-APILevel8′

Fear not, I have found a solution.

The problem caused by the way Android SDK read the User directory. Directory .android (the place for setting and AVD kept) are read from different places. The method first read from the registry and the other one read from the Environtment Variable. For the tools to function, we need to create an NTFS Junction for the directory. Directory .android remains on one location but is considered by the system to be in two places. Therefore it doesn’t matter where Android SDK access the configuration, it’s still the same directory.

Here’s how we fix it :

Users Default directory: C:\User\Rudra (you can change this to your user name)

Users directory which has been moved (so it might affect Envoirontment Variable and Registry): D:\Rudra

From command prompt (Start Menu > Accessories > Command Prompt) :

C:\Users\Rudra>mklink

Creates a symbolic link.

MKLINK [[/D] | [/H] | [/J]] Link Target

/D Creates a directory symbolic link. Default is a file
symbolic link.

/H Creates a hard link instead of a symbolic link.

/J Creates a Directory Junction.

Link specifies the new symbolic link name.

Target specifies the path (relative or absolute) that the new link
refers to.

C:\Users\Rudra>mklink /J .android D:\Rudra\.android

Junction created for .android <<===>> D:\Rudra\.android

Look in  directory C:\Users\Rudra,  there will be a symbolic link .android that point to D:\Rudra\.android.

Now your Android SDK should be functioning correctly. Have fun! :)

Share
Masalah AVD tidak berjalan pada Android SDK
Feb 4th, 2011 by Rudra

Saya sedang belajar membuat aplikasi untuk Android menggunakan IDE eclipse di komputer. karena Saya cukup sering berpergian (mobile), Saya juga ingin menggunakan notebook Saya untuk belajar. Masalahnya pada notebook saya, yang menggunakan sistem operasi Windows 7, Android SDK nya tidak berfungsi dengan baik. Setiap kali saya menjalankan AVD(Android Virtual Device), yang boleh juga dibilang emulator Android, selalu muncul tulisan :

emulator: ERROR: unknown virtual device name: ‘Android2.2-APILevel8′

emulator: could not find virtual device name: ‘Android2.2-APILevel8′

dan imbasnya, tentu saja, kepada program yang saya buat menjadi tidak bisa diuji.

Saya mencoba mengutak-atik Android SDK (di dalam direktorinya. Kalau di komputer saya, saya letakkan di dalam direktori D:\Programs\AndroidSDK) untuk mengetahui penyebab masalah ini.

Semua langkah yang saya lakukan berikutnya dijalankan di command prompt. Membuka Command Prompt : Start Menu > Accessories > Command Prompt.

Langkah yang saya lakukan untuk mengetahui daftar AVD yang tersedia :

Drive D:\> cd \Programs\AndroidSDK\tools

Drive D:\Programs\AndroidSDK\tools> android list

Available Android targets:

id: 1 or “android-8″

Name: Android 2.2

Type: Platform

API level: 8

Revision: 2

Skins: HVGA (default), QVGA, WQVGA400, WQVGA432, WVGA800, WVGA854

Available Android Virtual Devices:

Name: Android2.2-APILevel8

Path: D:\Rudra\.android\avd\Android2.2-APILevel8.avd

Target: Android 2.2 (API level 8)

Skin: HVGA

Berdasarkan keterangan ini, berarti ada AVD yang bisa digunakan. Andaikata Android SDK tidak ada masalah, program ini akan menjalankan emulasi Android.

Saya coba menjalankan AVD melalui program emulator :

Drive D:\Programs\AndroidSDK\tools> emulator @Android2.2-APILevel8

emulator: ERROR: unknown virtual device name: ‘Android2.2-APILevel8′

emulator: could not find virtual device name: ‘Android2.2-APILevel8′

Ternyata memang tidak bisa. Padahal berdasarkan aturan penempatan berkas-berkas konfigurasi dan AVD dari Android SDK sudah tepat, yaitu berada di dalam direktori .android di ‘Home User’ (Punya : D:\Rudra\.android).

Saya bingung dengan masalah ini, kira-kira kenapa, ya? Karena di komputer Saya yang lain, Android SDK berfungsi dengan baik. Dan berkas-berkas Android SDK kedua komputer tersebut sama persis.

Saya sudah mencoba installer Windows untuk Android SDK dan update langsung lewat internet. Hasilnya? Masih tidak bisa. Padahal semua konfigurasi dan Android SDK sebelumnya sudah Saya hapus.

Ada yang punya solusi?

Updated : Berhasil! Ternyata masalahnya disebabkan cara baca direktori .android dari tools Android SDK yang membaca dari tempat yang berbeda. Metode yang pertama membaca dari registry dan yang satu lagi membaca dari Environtment Variable. Agar tools Android SDK berfungsi, saya membuat NTFS Junction agar direktori .android tetap satu lokasi tetapi dianggap berada di dua tempat. Bingung?

NTFS Junction disini bertujuan membuat directory junction yang memberikan symbolic link di dalam direktori yang diinginkan terhadap direktori yang sebenarnya dituju.

Cara mengatasi masalahnya sebagai berikut :

Direktori Users Default : C:\Users\Rudra

Direktori Users yang dipindah (jadi mungkin mempengaruhi Envoirontment Variable dan Registry) :   D:\Rudra

Membuka Command Prompt : Start Menu > Accessories > Command Prompt.

C:\Users\Rudra>mklink

Creates a symbolic link.

MKLINK [[/D] | [/H] | [/J]] Link Target

/D Creates a directory symbolic link. Default is a file
symbolic link.

/H Creates a hard link instead of a symbolic link.

/J Creates a Directory Junction.

Link specifies the new symbolic link name.

Target specifies the path (relative or absolute) that the new link
refers to.

C:\Users\Rudra>mklink /J .android D:\Rudra\.android

Junction created for .android <<===>> D:\Rudra\.android

Silakan dilihat di dalam direktori C:\Users\Rudra (atau nama user Anda), telah muncul symbolic link .android yang mengarah ke D:\Rudra.android.

Semoga berguna dan selamat belajar Android! :)

Share
SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa
© Hak cipta untaiankisah.web.id.