10.10 anak android apt apt-get blog dosen IDE install internet islam istri itb keluarga kisah kubuntu kuliah lampung linka linux maverick modul movie ngajar package password praktikum programming pso sistem operasi software teknologi terminal tools troubleshooting tugas tutorial ubuntu ujian unix web website windows winxp wordpress
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
Kemarin Saya ketemu dengan teman di cafe Treehouse Ciwalk. Karena Saya memang kurang tidur malamnya, Saya pesan cafe latte (kopi dan susu) untuk minuman.
Selesai ngobrol dengan teman Saya, Saya akhirnya menuju pulang. Entah kenapa, kok rasanya tangan Saya agak bergetar. Saya khawatir jangan-jangan ini gara-gara minum kopi. Benar saja, malamnya Saya tidak bisa tidur sampai hampir jam 2 malam. Pikir Saya, “Wah, pengalaman buruk nih, sudah kurang tidur, malah gak bisa tidur.”
Berdasarkan pengalaman tersebut, lain kali Saya pikir dua kali deh sebelum minum kopi. Tapi gak janji ;-p
Seiring dengan perubahan jaman, Saya merasakan bahwa pengembangan karakter berketerampilan tinggi menjadi hal yang penting dalam era globalisasi saat ini. Seperti yang ditulis oleh Thomas L. Friedman di bukunya “The World is Flat”, globalisasi yang terjadi saat ini adalah globalisasi 3.0 yang menghilangkan batas-batas negara dan menghubungkan manusia pada tingkatan individu. Globalisasi versi 3.0 ini merupakan globalisasi yang didorong pertumbuhannya oleh tersedianya jaringan internet yang mendatarkan dunia.
Dengan tersedianya internet, kita tidak lagi hanya bersaing dengan tetangga kita, lingkungan kita, bahkan negara sendiri. Internet memungkinkan kita untuk bersaing secara global.
Contohnya, untuk pembuatan desain suatu produk tas yang akan diproduksi, bisa jadi ada 50 perusahaan yang membutuhkan desain tersebut di seluruh dunia pada satu waktu. Berapa yang bersaing untuk mendapatkan pekerjaan tersebut? bisa jadi mungkin ada 50 perusahaan besar, 100 perusahaan kecil, dan 10.000 individu berkemampuan. Bandingkan dengan saat internet belum mendunia, mungkin perusahaan tersebut hanya meminta desain dari perusahaan-perusahaan lokal yang masih dekat dengannya yang paling banyak 5-10 perusahaan.
Ini menunjukkan bahwa, selain kita mendapat tekanan persaingan yang lebih luas, kita juga bisa bersaing secara global pada tingkatan yang sama, bahkan dengan perusahaan kelas atas. Berarti, sangat penting untuk membangun karakter individu berketerampilan tinggi yang memiliki daya saing tingkat dunia. Seperti IBM yang pada masa-masa keemasannya menjadikan para pegawainya memiliki “Pekerjaan Seumur Hidup” berubah menjadi memiliki “Kemampuan untuk dipekerjakan Seumur Hidup” saat globalisasi melandanya.
Mari, bersama-sama kita miliki “Kemampuan untuk dipekerjakan Seumur Hidup”!
Hari ini saya sedang ikut kuliah salah satu dosen ITB yang populer di dunia blogging Indonesia. Kuliah yang diberikan oleh pak Budi lumayan renyah dan lebih banyak tentang berbagi pengalaman.
Pak Budi memaparkan salah satu sebab utama terjadinya pembobolan keamanan adalah kurangnya atau tidak adanya etika yang dimiliki oleh pembobol tersebut. Contoh sederhana, seorang administrator yang membuka berkas-berkas milik klien merasa tidak bersalah karena berkas-berkas tersebut bisa diakses olehnya. Analogi yang sama adalah seperti ibu kost yang masuk ke dalam kamar anak kost dan mungkin memakai barang-barang pribadi pemilik kamar tanpa izin walaupun tidak diambil. Ini menunjukkan pentingnya etika dalam menjaga ruang-ruang pribadi.
Pada tanggal 6 Desember 2010 kemarin Saya menyempatkan diri melakukan wisata kuliner di Setiabudi, Bandung. Saya sudah beberapa kali lewat di depan tempat makan Baso Tahu Tulen, lama-lama saya jadi penasaran juga. Tepatnya, sore kemarin pada saat pulang kuliah saya mampir.
Spanduk Baso Tahu Tulen Situ Indah Bandung
Tempat Makan Baso Tahu Tulen Situ Indah Bandung
Setelah memesan satu menu campur, Saya disuguhkan satu piring baso tahu dengan campuran pare, telor, siomay, tahu, dan kol. Rasa bumbunya enak dan sangat pas dengan selera saya yang kurang suka pedas (tetap ada rasa pedasnya kok).
Baso Tahu Tulen Campur
Mengenai basi tahu yang ditawarkan, siomaynya terasa pas dengan balutan bumbu kacang yang manis dan nikmat dengan sedikit rasa pedas yang pas. Pare tentu saja terasa pahit, menurut saya lumayan, sayangnya saya bukan penggemar pare, jadi kurang tahu apakah sesuai dengan selera umum. Yang berikutnya saya coba adalah kol, terasa agak pahit, apa karena tercampur pare, ya? Yang pasti saya kurang suka dengan kolnya. Tahu terasa enak dan tidak terlalu lembut sehingga terasa pas dipadu dengan siomay. Untuk siomay telur, terasa lezat dimakan bersama bumbu kacang dan kecap, walau menurut saya siomaynya kurang banyak, sehingga rasa telurnya yang sangat terasa.
Counter Baso Tahu Tulen
Setelah hampir selesai, saya menyadari bahwa tidak ada siomay kentang, akhirnya saya memesan lagi satu butir siomay kentang, yah, sekalian untuk mencoba. Ketika piring tiba di meja, saya perhatikan bahwa kentangnya tidak memiliki potongan siomay sama sekali, berarti penilaian saya hanya akan tertuju pada rasa kentangnya, nih.
Kentangnya terasa lembut karena dikukus terus agar hangat. Rasanya enak, sayangnya karena tidak ada siomaynya, saya jadi menginginkan garam untuk makan kentangnya saja.
Bagian Dalam Tempat Makan Baso Tahu Tulen
Akhirnya tuntas makan sore dalam porsi besar ini, boleh saya akui cukup lezat, walau ada beberapa ganjalan mengenai rasa. Untungnya kita bisa memilih mau makan apa tanpa harus menu campuran. Total harga dari baso tahu campur yang saya makan adalah seharga Rp 32.000,00. Murah atau mahal,ya?
Jika lewat, jangan lupa untuk mencoba juga. Apalagi slogannya “Siomay No. 1 di Bandung”.
Comlabs sekarang sedang semangat-semangatnya berbenah area hotspot mahasiswa yang berada tepat di samping gedung Comlabs ITB. Saya sempat kaget karena di tempat Saya biasa nongkrong tiba-tiba muncul sebuah dinding pemisah. Penampakan bisa dilihat di foto di bawah ini :
"Dinding Baru" Hotspot Area Comlabs ITB
Secara fungsi sebetulnya dinding ini hanya berguna sebagai pemisah. Lumayan juga gunanya sebagai peningkat privasi. Minimal yang di balik dinding tidak bisa dengan mudah mengintip, hehehe…
Kepada rekan-rekan, teman-teman, kolega-kolega, blogger-blogger, para penyeruit, keluarga, dan sahabat sekalian :
Saya mohon maaf lahir dan batin. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1431 Hijriah. Semoga kita semua menjadi orang yang suci kembali. Aamiin.
Selamat merayakan kemenangan
Menyusul ulasan mengenai “I Comment U Follow”, Saya membuat daftar kecil website apa saja yang dofollow. Bagi para blogger yang situsnya dofollow dan ingin ditampilkan di halaman ini, silakan berikan comment dan akan Saya tambahkan ke daftar. Cara memeriksa apakah situs tersebut dofollow atau tidak bisa dilakukan dengan cara klik kanan pada nama pemberi komentar dan memilih properti. Apabila tulisan tersebut “external nofollow”, maka situs tersebut adalah nofollow. Jika tulisan tersebut adalah “external”, maka situs tersebut adalah dofollow.
Daftar website yang dofollow: Read the rest of this entry »
Zainal Abidin Pagaralam adalah Gubernur kedua Provinsi Lampung periode 1966-1972. Putra Lampung yang lahir pada 29 Februari 1916 di Bandar Lampung ini menjadi perintis awal pembangunan di Provinsi Lampung. Beliau meletakkan dasar-dasar pembangunan Provinsi Lampung pada awal Orde Baru. Mengenang jasa dan pengalaman hidup beliau, tiga orang penulis, Bang Anshori Djausal, Hermansyah, dan Diza Noviandi sepakat mengabadikan perjalanan hidup Zainal Abidin Pagaralam dalam bentuk sebuah buku.
Buku yang berjudul “Jejak Perjalanan Gubernur Lampung Periode 1966-1972: Zainal Abidin Pagaralam” ini telah Read the rest of this entry »
Muslim Utami: Assalamu'alaikum dan Salam Kenal
Rendy: sangat membantu dlm mnbh referensi bwt study
nasrullah: aku pngn pny bnyk tmn add aku ya nasrullahalfajrin@yahoo.co.id
nasrullah: mng nie da paan ya kok aku ga ngeh hehehe
ardy: mmenemukan materi kuliah disini asyik, salam knalll
ShoutBox RSS Feed
» Leave a reply
Name
Email
Comment
Lampung Kite
Technorati Profile
Web Directory
Feedjit Live Blog Stats