10.10 anak android apt apt-get blog dosen IDE install internet islam istri itb keluarga kisah kubuntu kuliah lampung linka linux maverick modul movie ngajar package password praktikum programming pso sistem operasi software teknologi terminal tools troubleshooting tugas tutorial ubuntu ujian unix web website windows winxp wordpress
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
Diceritakan oleh khotib pada shalat Jum’at hari ini mengenai Nabi Muhammad SAW melihat seseorang yang berdoa memohon sesuatu kepada Allah SWT. Nabi mengatakan bahwa doa orang tersebut tidak akan dikabulkan oleh Allah SWT, para sahabat bertanya mengapa. Nabi mengatakan bahwa tidak akan diterima doa dan amalan seseorang apabila makanannya berasal dari hasil yang haram, baju juga berasal dari hasil yang haram.
Hikmah yang dapat diambil dari khotbah hari ini adalah jangan mendapatkan sesuatu dengan cara yang haram jika kita tidak ingin doa kita tidak diterima.
Siang ini saya menyempatkan diri untuk shalat Jum’at di masjid BATAN sebelah ITB. Khotbah yang disampaikan adalah mengenai lupa.
Khotib menyampaikan bahwasemakin banyak ilmu seseorang, maka semakin mudah orang tersebut lupa. Imam Ali bin Abu Thalib memberikan nasehat jika kita ingin ilmu tidak mudah dilupakan, ilmu tersebut harus diamalkan. Khotib juga mengatakan bahwa kita harus menjauhi perbuatan maksiat dan aniaya, karena akan menjauhkan cahaya Allah yang akan membuat kita menjadi lupa.
Lupa adalah fitrah manusia, tetapi ada 4 hal yang tidak boleh kita lupakan :
Sayangnya yang nomor 4 belum sempat (atau saya tidak dengar, walaupun rasanya saya perhatikan dengan seksama) disampaikan khotib karena sudah masuk waktu shalat jum’at.
I WANT A SHRINE BUS
1 2345 6 789ABC DEF
To : Chief Engineer Wotza
Memo from Grand Vizier :
Yesterday, Prince Jamal said, “I want a Shrine Bus.”
I need you to report to me immediately about this.
Grand Vizier,
Office 710 726 514 ext. 9144 Phone 839 1015 124 1011
Dengar dari khotbah Shalat Jum’at, bahwa keikhlasan menentukan apakah amalan kita diterima atau tidak. Ada beberapa penyakit yang dapat menodai amalan ikhlas, yang pertama adalah ingin amalan diketahui orang lain (Riya) dan kemudian membanggakan bahwa diri kita lebih baik dari orang lain (Ujub).
Saya agak terburu-buru berangkat shalat jum’at, karena adzan sudah berkumandang ketika saya berjalan dari kampus ITB menuju masjid. Saya berjalan bersama teman saya James (atau bisa dipanggil Sugeng, tergantung kondisi), karena waktu sudah genting, teman saya mengusulkan untuk shalat jum’at di kantor PDAM dekat masjid Salman ITB, yang sebetulnya lebih jauh. Tentu saja, pertimbangan kami memilih shalat di kantor PDAM karena disana cenderung lebih sepi. Dan, kalau berdasarkan promosi James, kami bisa mendengarkan ceramah diteman angin sepoi-sepoi sembari bernaung di bawah pohon rindang.
Kami tiba di masjid (atau mushola?) di kantor PDAM kira-kira pada saat khatib sedang menuntaskan dakwahnya. Teman saya James membeli koran untuk alas kami shalat, karena tempat sudah penuh, dan yang tersisa hanya jalan aspal tempat masuk ke kantor PDAM. Dengan pontang-panting, kami berlari kecil menuju tempat wudhu. Saat kami selesai berwudhu, do’a sedang dibaca dan kami, lagi-lagi, harus bergerak cepat menuju keluar ke tempat shalat. Tepat ketika kami menyusun koran untuk shalat, imam shalat mengucapkan takbir memulai shalat jum’at. Hampir saja kami terlambat.
Berdasarkan pengalaman ini, lain kali saya harus lebih cepat tiba di masjid. Jangan sampai terlambat shalat jum’at kalau bisa, bisa dicap islam ktp nantinya.
ps: Pada saat saya selesai shalat jum’at, masjid Salman masih melangsungkan shalat. Berarti kalau takut terlambat, mungkin lebih baik saya shalat di masjid Salman, ya?
Comlabs sekarang sedang semangat-semangatnya berbenah area hotspot mahasiswa yang berada tepat di samping gedung Comlabs ITB. Saya sempat kaget karena di tempat Saya biasa nongkrong tiba-tiba muncul sebuah dinding pemisah. Penampakan bisa dilihat di foto di bawah ini :
"Dinding Baru" Hotspot Area Comlabs ITB
Secara fungsi sebetulnya dinding ini hanya berguna sebagai pemisah. Lumayan juga gunanya sebagai peningkat privasi. Minimal yang di balik dinding tidak bisa dengan mudah mengintip, hehehe…
Muslim Utami: Assalamu'alaikum dan Salam Kenal
Rendy: sangat membantu dlm mnbh referensi bwt study
nasrullah: aku pngn pny bnyk tmn add aku ya nasrullahalfajrin@yahoo.co.id
nasrullah: mng nie da paan ya kok aku ga ngeh hehehe
ardy: mmenemukan materi kuliah disini asyik, salam knalll
ShoutBox RSS Feed
» Leave a reply
Name
Email
Comment
Lampung Kite
Technorati Profile
Web Directory
Feedjit Live Blog Stats