BERKEBUN, kini kembali menjadi pekerjaannya setiap pagi, setelah kurang lebih empat tahun hobby itu hampir-hampir ia tinggalkan. Tahun 1977, suaminya bapak Mas ngabehi Soekardi meninggal, tepat di Hari Lebaran, di tengah-tengah seluruh keluarga, terdiri dari seorang istri dengan 13 orang anak (satu orang sedang di luar negri) dan sekian orang cucu. Kepergian yang mendadak dari orang yang dicintai itu terasa sangat berat dan memilukan, karena bersamanya perjuangan hidup yang berliku-liku dilalui tanpa pernah berpisah sekalipun.
LAHAT YANG MEMBAWA BAHAGIA Read the rest of this entry »