Kemarin saya berangkat menuju Bandara Soekarno Hatta untuk naik pesawat menuju Bandar Lampung. Alasan mengapa saya “memberanikan” diri untuk naik pesawat adalah karena anak saya yang kedua berulang tahun yang pertama. Saya ingin berada di rumah untuk dapat menemaninya menikmati hari pertama di tahun keduanya. Mamanya juga sudah mempersiapkan pesta kecil untuk si kecil, dan tampak sangat bersemangat.
Selain itu, Saya ingin menghadiri acara takziyah nenek Saya, karena pada saat nenek Saya wafat minggu lalu Saya tidak sempat mengantar beliau. Kesibukan kuliah yang tiada henti adalah alasan utama ketidakhadiran Saya. Sebetulnya Saya ingin sekali hadir disana dan ikut mengantar beliau ke samping kekasihnya, kakek Saya yang telah lebih dulu wafat waktu saya masih SD. Semoga Saya masih diberikan kesempatan untuk menghadiri acara takziyah nenek Saya.
Saya berangkat dari Bandung dari kampus sekitar jam setengah sebelas. Saya sudah memesan layanan travel Cipaganti yang langsung ke Bandara pagi-paginya. Mini bus travel Cipaganti yang Saya pesan adalah yang jam 12. Jam 11:55 Saya tiba di pool Dipati Ukur Cipaganti. Tidak lama dari situ mobilnya berangkat, mungkin sekitar jam 12:05. Berdasarkan informasi CS Cipaganti, lama perjalanan yang akan Saya tempuh adalah 4 jam. Ok, pikir saya, sepertinya sudah perkiraan waktu maksimal.
Saya sempat tertidur kira-kira satu setengah jam. Ketika terbangun, mobil sedang berhenti di Rest Area. Tentu saja kesempatan tersebut saya manfaatkan untuk pergi ke kamar mandi. Setelah istirahat sebentar, mobil pun berangkat lagi. Baru sebentar berada di jalan, tiba-tiba mobil kembali masuk ke Rest Area yang lain. Saya sempat bingung, pikir saya, kapan sampainya kalau berhenti terus? Ternyata ada seorang penumpang yang minta untuk berhenti sebentar di ATM BCA. Setelah penumpang tersebut selesai dengan urusannya, mobil pun berangkat lagi.
Kira-kira di jalan tol jakarta-Cikampek, mobil mulai melambat sampai akhirnya benar-benar jalan seperti siput. Pada saat itu jam 2:15, keadaan masih tenang. Sekitar satu jam berlalu, ternyata mobil hanya mampu bergerak sampai ke depan Carrefour Mt Haryono. Salah satu penumpang, Bapak-bapak, agak panik dan langsung menelpon Garuda, karena tiket pesawatnya Garuda. Dia minta tolong kepada CS di telpon untuk membolehkan dia dan anaknya Check In agar tinggal masuk ketika pesawat akan take-off jam 4. Karena maksimal Check In di bandara setengah jam sebelum boarding. Sayangnya, CS Garuda tersebut tidak bisa memberikan hal tersebut. Memang sudah sewajarnya bahwa penumpang yang take off tercatat semua, ini akan membuat data menjadi valid. Salah satu keuntungan data tersebut benar adalah ketika terjadi bencana seperti kecelakaan pesawat, kita bisa memeriksa siapa saja yang naik dan dapat mengidentifikasi korban. Apabila ada penumpang fiktif, hal ini akan mengaburkan kebenaranpenyelidikan, apalagi kecelakaan pesawat bisa saja terjadi di tengah laut dimana jejak kecelakaan seperti hilang ditelan bumi.
Ok, kembali lagi ke yang tadi, sembari mobil berjalan lambat, waktu pun terus bergulir, tidak terasa sudah jam 4 ketika mobil melintas di depan gedung DPR. Ternyata hari ini ada demo mengenai pengesahan RUU BPJS di Gedung DPR yang menyebabkan lalu lintas di jalanan di depan DPR dialihkan ke tol, yang mengakibatkan penumpukan yang parah di jalan tol yang saya lalui. Sebetulnya permasalahan tersebut bisa lebih mudah diatasi jika ada informasi yang cepat sebelum kendaraan masuk ke jalan yang bermasalah. Salah satu teknologi yang bisa membantu hal tersebut adalah Traveller Informations yang merupakan bagian dari Intelligent Transformation System (ITS). Traveller Informations dapat berupa sistem informasi yang dapat diakses melalui internet (dan bisa dijadikan aplikasi mobile dan di install di ponsel) atau pun komunikasi radio yang didukung Advance Traffic Management System. Dengan adanya informasi mengenai kemacetan, kecelakaan, pengalihan jalan, dan sebagainya, pengguna jalan dapat lebih bijak memilih rute yang menghindari terjadi permasalahan-permasalahan tersebut.
Kembali lagi ke perjalanan, sekitar jam 4:22 lalu lintas baru mulai lancar. Akhirnya, mobil bisa melaju cukup kencang menuju bandara. Tentu saja, bapak-bapak tadi sudah pasrah saja menerima nasib bahwa dia dan anaknya tidak bisa boarding.
Sekitar jam 5, Saya turun di terminal B untuk naik Lion Air. Pesawat saya dijadwalkan untuk take off pada jam 19:20. Penumpang diharapkan sudah boarding jam 18:50 di terminal B1. Saya sebetulnya mau makan dulu, tetapi saya pikir daripada makan di Bandara Soekarno Hatta, lebih baik saya makan saja di Begadang III yang masakan Padangnya mantap di dekat Bandara Branti.
Saya pun langsung Check In dan menuju terminal B1,Saya sempatkan shalat ashar di Mushola. Setelah itu saya baru masuk ke terminal B1. Selagi menunggu, waktu maghrib pun masuk, saya kembali menuju mushola untuk shalat maghrib dan isya yang di qashar. Waktu menunjukkan 18:40, Saya pun terburu-buru kembali ke terminal B1 untuk boarding. Tidak sampai 10 menit saya di ruang tunggu terminal B1, tiba-tiba ada pengumuman bahwa pesawat Lion Air tujuan Tanjungkarang delay akibat pesawat Lion Air dari Jambi belum tiba dan belum dapat dipastikan waktunya. Berdasarkan informasi, perkiraan pesawat dari Jambi tersebut paling cepat tiba adalah 19:45 dan memerlukan waktu 30-45 menit lagi untuk bersiap-siap sebelum bisa take-off kembali.
Masalahnya sekarang sudah masuk jam makan malam saya, akibatnya saya kelaparan. Saya pun segera keluar menuju kantin yang ada di depan sebelum masuk lorong terminal. Memang dasar naas, kantin sudah ditutup dan yang saya bisa lihat cuma pegawai kantin yang sedang menyapu dan bersih-bersih. Dengan gontai saya kembali le lorong terminal B. Saya perhatikan ada vending machine yang menjual kopi dan milo. “Boleh deh”, pikir saya. Saya pun merogoh dompet mencari uang lima ribuan untuk membeli Milo. Karena terburu-buru, mungkin juga karena lapar, lidah saya agak mutung ketika mencoba menyeruput Milo tersebut. Akhirnya saya putuskan untuk mengetik tulisan ini dulu untuk mengalihkan rasa lapar dan menunggu Milo tersebut dingin. Sembari menulis, sedikit-sedikit saya seruput Milo tersebut sampai habis.
Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 20:15. Karena khawatir pesawat sudah mau berangkat, saya teburu-buru mematikan laptop dan langsung menuju terminal B1 kembali. Sesampai disana, saya lihat penumpukan penumpang semakin banyak. Bahkan susah membedakan keramaian di terminal pesawat ini dengan terminal bis. Saya pun ke meja CS untuk menanyakan kepastian keberangkatan pesawat. Pada saat itu, makanan ringan sedang dibagikan, karena sedang lapar saya minta saja. Baru saya mau bertanya, tiba-tiba ada pengumuman pesawat tujuan Tanjungkarang akan boarding dan penumpang diminta segera naik pesawat. Akhirnya penantian lama berakhir juga, saat itu jam menunjukkan pukul 19:30. Saya langsung mengantri masuk dan bersukacita karena akhirnya menuju Lampung.
Saat berjalan menuju pesawat, saya sempatkan untuk memfoto pesawat Lion Air. Pesawatnya cukup bagus yaitu Boeing-737. Setelah masuk dan duduk dan mendengarkan penjelasan pramugari mengenai keselamatan, saya menikmati makanan ringan yang tadi. Lumayan, sepotong kue dan roti untuk mengganjal perut yang lapar. Pesawat pun lepas landas, dan akhirnya saya berada di udara sembari menutup mata beristirahat menikmati akhir penantian yang lama.
Setiba di bandara Branti, saya dijemput oleh mertua saya. Karena sama-sama belum makan malam, kami mampir di RM Begadang III. “Kesampaian juga”, pikir saya. Dengan semangat saya melahap hidangan yang disajikan di meja. Wajar saja, sudah seharian ini saya belum makan nasi. Setelah puas dengan hidangan yang disajikan. Kami pun berangkat menuju rumah, rumah saya tentunya.
Pukul 10:22, kalau saya tidak salah, kami tiba di rumah. Mertua saya langsung berangkat lagi menuju pulang setelah menurunkan saya. Istri saya tersenyum ketika membuka pintu, “akhirnya sampai juga”. Memang perjalanan yang melelahkan, hampir 11 jam saya di perjalanan. Kedua anak saya sudah tertidur ketika saya masuk kamar. Yah, setidaknya saya di sampingnya ketika dia ulang tahun. Sembari mengecup keningnya, saya ucapkan, “Selamat ulang tahun, ya”.