SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
Film I Am Sam – Review
Mar 21st, 2011 by Rudra

I Am Sam merupakan film yang bercerita tentang seorang pria autis bernama Sam. Karena sempat ada seorang wanita tuna wisma yang menumpang tinggal dirumahnya, Sam jadi memiliki seorang anak.
Probably contain SPOILER
Film dimulai dengan kelahiran si bayi (perempuan). Sam di awal cerita menunjukkan kebingungannya dalam merawat si bayi. Tentu saja, dengan dibimbing oleh tetangganya, Sam akhirnya bisa membesarkan anaknya. Cerita terus mengalir dengan menarik seiring waktu dengan si anak tumbuh semakin besar dan semakin ingin tahu pada umurnya yang menjelang tujuh tahun. Dakota Fanning bertugas disini memerankan si anak yang bernama Annie.
Kesedihan mulai terasa ketika pihak sekolah meminta Sam untuk berpisah dengan anaknya. Hal ini disebabkan  pihak sekolah khawatir bahwa Sam membuat Annie menahan diri dalam belajar. Annie menyadari bahwa ayahnya memiliki kesulitan dalam beradaptasi dengan perubahan lingkungannya, sehingga dia tidak mau membuat ayahnya merasa asing.
Masalah muncul ketika Badan Pengawasan Anak berdasarkan keputusan pengadilan mengambil Annie.
Untuk mendapatkan kembali hak asuh atas anaknya, Sam mencari pengacara untuk membelanya. Pengacara tersebut bernama Rita yang diperankan oleh Michelle Pfeifer. Dan, Perjuangan Sam untuk mendapatkan hak asuh kembali anaknya pun dimulai.
Probably the end of  SPOILER
Opini
Susah untuk tidak merasa simpati terhadap karakter Sam yang dimainkan dengan luar biasa oleh Sean Penn. Sean Penn betul-betul menunjukan totalitas di film ini. Dakota Fanning bermain dengan baik dan mampu menunjukkan emosi yang tepat sebagai seorang anak tujuh tahun yang menginginkan ayahnya. Dengan dilengkapi dengan akting yang apik oleh Michelle Pfeifer sebagai seorang pengacara hebat yang memiliki masalah dalam keluarga, boleh saya bilang film ini sungguh luar biasa.
Saya terharu dengan apa yang disampaikan oleh film ini. Sebuah film yang mengajarkan tentang kasih sayang seorang ayah terhadap anaknya tanpa peduli bagaimana pun keadaannya. Film yang wajib ditonton seorang ayah dan sangat direkomendasikan untuk ditonton oleh semua orang yang peduli dengan cinta.
Fakta menarik, si Sam menunjukkan kesukaannya dengan The Beatles, terbukti dari seringnya dia mengutip sejarah dan lagu-lagu The Beatles. Beberapa adegan bahkan meniru video klip The Beatles lengkap dengan lagunya. Bahkan boleh dibilang OST (Original Sound Track) film ini mayoritas lagu The Beatles.
Share
Film Percy Jackson the Lighning Thief – Review
Mar 20th, 2011 by Rudra

Saya baru sempat menonton Percy jackson di DVD. saya tertarik karena beberapa orang bilang bahwa Percy jackson adalah Harry Potter generasi baru. kesan pertama ketika menonton adalah, “keren, dunia para dewa Olympus yang menyatu dengan nuansa modern”.

Saya cerita sedikit mengenai filmnya :

SPOILER

Ketika pertemuan Zeus dan Poseidon, saya membayangkan bahwa film ini akan penuh intrik para dewa. Tentu saja, kemudian film menyorot kehidupan Percy Jackson sebagai tokoh utama. Percy Jackson selain sebagai remaja biasa, juga memiliki kondisi yang disebut dengan disleksia (tidak mampu membaca huruf), dan ADHD (menjadi hiperaktif). Kehidupan Percy Jackson sendiri tidak begitu menggembirakan, ia mempunyai ayah tiri yang pemabuk dan sangat kasar dengan ibunya dan ketidakmampuannya membaca membuatnya susah untuk belajar. Untungnya, ia masih mempunyai sahabat bernama Grover yang selalu setia menemaninya. Grover sendiri memiliki cacat pada kakinya, sehingga Grover harus selalu memakai penopang kaki.

Jalan hidup Percy jackson berubah drastis ketika sekolahnya melakukan kunjungan ke museum. Mendadak seekor furry (sejenis monster yang bisa terbang) menyerang Percy dan meminta petir Zeus diberikan kepadanya. Si Furry menuduh Percy mencuri petir Zeus. Untung gurunya mr. Brunner menyadari bahwa Percy tidak ada, dan langsung mencarinya bersama Grover. Furry yang berusaha menyerang Percy dapat dihentikan oleh Mr. Brunner dan Grover. Mr. Brunner langsung menyuruh Percy untuk pulang dengan ditemani Grover. Mr. Brunner meminta kepada Grover agar Percy dibawa ke Perkemahan Demigod. Setelah menjemput ibunya, Percy pun berangkat bersama ibunya dan Grover menuju perkemahan Demigod.
Petualangan Percy jackson pun dimulai …

END OF SPOILER

Ok, Saya cukup senang dengan film ini, terutama karena mitologi Yunani ditampilkan secara berbeda dari biasanya (Sudah nonton Clash of The Titans?). Sayangnya alur cerita dirasa terlalu cepat dan monoton, sehingga tidak terasa adanya klimaks dan antiklimaks, yang mungkin sesuai untuk anak-anak. Intrik yang ada di film juga ringan, yang juga membuat penonton anak-anak mudah memahaminya. Untuk film yang berusaha menyaingi Harry Potter, film ini masih kurang disana-sini. Tetapi, untuk film hiburan di kala senggang, film ini cukup lumayan, apalagi jika ditonton anak-anak.

Share
Dragon Ball Evolution
Agu 2nd, 2009 by Rudra

I just watch Dragonball Evolution. If you’re new and  interested to know Dragonball Saga (a famous manga by Akira Toriyama), you better off reading the manga or watching the anime tv series instead of this movie. Want to know why? Read this review in AnimeNewsNetwork. It will tell you all you need to know about this movie.

Oh, BTW, the movie is ridiculously irrational and emotionless!! I hate it when they do nothing good and always wrong.

Share
The Dark Knight
Agu 11th, 2008 by Rudra

Joker & Batman

Joker & Batman

Minggu yang lalu (2 Agustus 2008), Saya kebetulan ada acara keluarga di Jakarta Selatan, tepatnya di Tanjung Mas. Karena kebetulan berada di Jakarta, Saya berusaha menyempatkan diri nonton Film. Berhubung saya agak buta dengan topografi Jakarta, Saya tanya ke teman saya film apa yang sedang di bioskop dan tempat yang seru sekaligus apakah dia bisa mengantar saya dan istri. The Dark Knight (Film sekuel dari Batman Begin) merupakan film yang dia tawarkan untuk Saya, dan kebetulan merupakan Genre yang saya sukai (Sejak dulu saya suka superhero).
Akhirnya jadilah kami berangkat nonton pada hari sabtu, pada saat itu kami pergi ke Plaza Semanggi (Semanggi 21) karena jam tayangnya yang paling memungkinkan (17:45).
Sempat kaget dengan antrian yang panjang, kami agak ragu bisa dapat tiket, apalagi kami berencana beli lima tiket (dua teman istri saya akan bergabung untuk menonton, jadi harus dibelikan dulu). Untungnya ketika sampai di giliran kami, ternya masih tersisa bangku di dua barisan paling depan. Akhirnya kami memilih
barisan bangku yang kedua dari depan, setidak-tidaknya sakit leher kami tidak akan terlalu parah :) .

Luar biasa! Presentasi awal dari film The Dark Knight adalah Read the rest of this entry »

Share
SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa
© Hak cipta untaiankisah.web.id.