10.10 anak android apt apt-get blog dosen IDE install internet islam istri itb keluarga kisah kubuntu kuliah lampung linka linux maverick modul movie ngajar package password praktikum programming pso sistem operasi software teknologi terminal tools troubleshooting tugas tutorial ubuntu ujian unix web website windows winxp wordpress
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
Saya kebetulan melakukan browsing internet melalui proxy di kampus. Yang menjadi masalah adalah proxy yang digunakan juga menggunakan username dan password, sehingga setting proxy yang biasa tidak bisa digunakan untuk update dan upgrade. Untuk mengatasi hal tersebut, Saya harus melakukan konfigurasi agar bisa update melalui repository APT. Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah :
Adobe Flash Player plugin sekarang sudah menjadi kebutuhan bagi yang senang browsing internet, terutama yang suka melihat video di YouTube.com. Tentu saja karena lisensinya dimiliki Adobe, berarti plugin tersebut harus didapatkan dari Adobe. Ada tiga cara untuk memasang flash plugin di Linux Ubuntu :
Melalui berkas deb (Perlu Internet untuk download deb saja)
Melalui repositori apt (Perlu Internet)
Melalui Command Line (repository juga) (Perlu Internet)
Salah satu aplikasi multimedia yang Saya sukai adalah VLC. Ketersediaannya hampir di semua Sistem Operasi (tersedia di Windows, MacOS, Linux), tampilannya yang elegan dan sederhana, dan juga kemampuannya untuk memainkan berkas media tanpa harus menggunakan Codec terpisah, karena (hampir) semua Codec sudah diintegrasikan di dalam program VLC tersebut. Disarankan untuk menggunakan Linux Ubuntu Maverick Meerkat, karena VLC dibawah versi Ubuntu ini sudah tidak up-to-date.
Cara Instalasi VLC :
Ubuntu Maverick Meerkat 10.10
Melalui GUI
Melalui Command line
Selamat menikmati VLC multimedia player pada Linux Ubuntu.
Saya sekarang sedang mencoba menggunakan Kubuntu 10.10. Tampilan menunya sangat berbeda dengan Ubuntu (10.10). Dan konfigurasi apt nya ternyata juga lain, sehingga saya agak kesulitan untuk update melalui jaringan yang ada proxy (apalagi pakai password). Setelah mencari petunjuk melalui suhu-suhu di internet, akhirnya saya berhasil menemukan caranya. Silakan disimak :
Jika Anda ingin mengetahui versi Linux Ubuntu yang digunakan melalui terminal, caranya :
Bisa dicoba untuk distro Linux yang lain.
Tutorial berikut ini merupakan panduan untuk upgrade Linux Ubuntu ke versi Maverick Meerkat 10.10.
Syarat: terhubung ke internet. Bisa menggunakan proxy.
Cara update Linux Ubuntu ke Maverick Merkaat 10.10 :
Upgrade ke Linux Ubuntu Maverick Meerkat 10.10 langkah 1
Upgrade ke Linux Ubuntu Maverick Meerkat 10.10 langkah 2
Read the rest of this entry »
PERINGATAN HANYA UNTUK PEMBELAJARAN, TIDAK UNTUK PEMBAJAKAN.
PERINGATAN
HANYA UNTUK PEMBELAJARAN, TIDAK UNTUK PEMBAJAKAN.
Tujuan
Beberapa bulan yang lalu, Saya sempat mencoba MacBook Pro punya teman Saya. Berdasarkan pengalaman mencoba tersebut, Saya jadi tertarik untuk memilikinya. Setelah Saya mencoba mencari informasi di mbah Google, ternyata dimungkinkan untuk melakukan instalasi di komputer berbasis Intel sejak Apple (Pembuat Mac) mengganti platform processornya dari Power G menjadi Intel. Dan yang lebih menarik lagi, sejak versi Mac OS X (10), sudah tidak berbasis sistem operasi yang lama, tetapi mengadopsi sistem Unix BSD. Sehingga ini memungkinkan terjadinya modifikasi yang membolehkan Mac OS X diinstall di Komputer selain buatan Apple.
Biasanya komputer selain buatan Apple yang terinstall Mac OS X disebut dengan Hackintosh. Bagaimana caranya membuat Hackintosh? bisa dilihat hasil eksperimen Saya dalam menginstall MacOS X tersebut di Netbook. Tujuannya adalah :
Bahan dan Materi
Silakan dipersiapkan : Read the rest of this entry »
Saya sudah cukup lama menggunakan Linux Ubuntu dan cukup lumayan menggunakannya untuk manajemen file. Salah satu hal yang berbeda dengan Windows adalah otoritas penggunanya. Dalam melakukan manajemen file, pengguna Gnome Desktop Environment (GDE) biasanya hanya diperbolehkan untuk mengutak-atik Home Folder saja.
Kadangkala saya ingin mengedit file-file yang ada di direktori root (/) melalui GDE, misalnya named.conf, fstab dan lain sebagainya. Biasanya kita melakukan hal tersebut melalui terminal console (tentu saja tetap bisa menggunakan gedit untuk edit teks, sehingga menjadi lebih mudah). Masalahnya adalah saya kadang tidak ingin mengetik, maunya menggunakan GUI untuk menuju direktori dan mengedit file. Untuk mencapai hal tersebut, Berarti saya harus mengubah pengguna yang menggunakan File Explorer GDE (namanya nautilus). Cara mudah saja, cukup panggil program dari x-term (terminal dalam GDE) dengan menggunakan otoritas root.
Perintah untuk menggunakan File Explorer dengan otoritas root pada Gnome Desktop Environtment, pada xterm ketik :
# sudo nautilus
Setelah itu Kita akan bisa melakukan operasi file pada semua file dan direktori.
]] PERINGATAN [[ Melakukan operasi file pada otoritas root tanpa mengetahui implikasi terhadap hal yang dilakukan dapat menyebabkan kerusakan pada sistem. ]] PERINGATAN [[
]] PERINGATAN [[
Melakukan operasi file pada otoritas root tanpa mengetahui implikasi terhadap hal yang dilakukan dapat menyebabkan kerusakan pada sistem.
Muslim Utami: Assalamu'alaikum dan Salam Kenal
Rendy: sangat membantu dlm mnbh referensi bwt study
nasrullah: aku pngn pny bnyk tmn add aku ya nasrullahalfajrin@yahoo.co.id
nasrullah: mng nie da paan ya kok aku ga ngeh hehehe
ardy: mmenemukan materi kuliah disini asyik, salam knalll
ShoutBox RSS Feed
» Leave a reply
Name
Email
Comment
Lampung Kite
Technorati Profile
Web Directory
Feedjit Live Blog Stats