SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
Blurry Text on java Application and How to Fix it
Sep 5th, 2011 by Rudra

I just recently got a new notebook, it’s not entirely new because i bought it second hand. The routine for new notebook is usually installing everything fresh (Win7 64 bit, all the driver, essential applications, etc). I fiddle around with graphic setting for gaming, because this notebook has a great mobile graphic chipset, AMD HD 6470. The problem arose when I’m running java application, every part of the application is blurred. I couldn’t even install Netbeans IDE because the text is so blurry and unreadable. I try to surf for solution then I got a nice info involving this problem (here is the post).

The problem is related to AMD HD 6470 settings. I turned on the Morphological Filtering which affect all java application to show blurred text. The solution is simple, just turn off the Morphological Filtering (AMD Catalyst Control Center:  Gaming->3D Application Settings->Anti-Aliasing-> Morphological filtering) and, voila, the problems is gone (you need to restart the java application to see the effect).

Hope this help :)

Share
Visual Paradigm 5.1 (VP-UML 8.1)
Apr 12th, 2011 by Rudra

UML merupakan salah satu cara untuk memodelkan pengembangan aplikasi (software development). Pemodelan dilakukan terhadap aplikasi yang dikembangkan. Dengan menggunakan UML, pengembangan terhadap aplikasi menjadi lebih mudah untuk dikomunikasikan dengan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap aplikasi seperti konsumen, tim pengembang, dan pengguna.

Aplikasi yang akan diinstall disini adalah Visual Paradigm 5.1 (VP-UML 8.1). Aplikasi ini cukup umum digunakan oleh teman-teman programmer saya.

Untuk yang Instalasi ($ berarti dijalankan dari SHELL Linux)

  1. Unduh dari website (yang instalasi, bukan yang NoInstall)
  2. Jalankan instalasi : Linux : $ chmod +x VP_Suite_Linux.shLinux : $ sudo ./VP_Suite_Linux.sh ; Windows : Klik 2x icon VP_Suite_Windows.exe

Untuk yang NoInstall

  1. Unduh dari website (yang NoInstall, bukan Install)
  2. Pada Windows, Ekstrak ke direktori (misal, D:\Programs\). Klik 2x icon “VP Suite.exe” di “D:\programs\VP Suite 5.1\bin”. Pada Linux, ekstrak ke direktori (misal, tar -zxvf VP_Suite_Linux_NoInstall.tar.gz). Jalankan “$ sudo ./VP_Suite5.1/bin/VP_Suite”.

Instalasi (Netbeans dan Eclipse harus sudah diinstall)

  1. Contreng produk yang ingin diinstall (Misal : “Visual Paradigm for UML (VP-UML)”, “SDE for Eclipse (SDE-EC)”, “SDE for Netbeans (SDE-NB)”). Klik tombol “Next”
  2. Pada “Products Configuration”, pilih edisi produk (dalam hal ini saya menggunakan edisi Community yang gratis dengan mendaftar di website). Dan, pilih lokasi direktori yang tepat untuk masing-masing program (misal, SDE for Eclipse Directory : D:\programs\eclipse, SDE for Netbeans DIrectory : C:\Program Files\NetBeans 6.9.1\ ). Tips : Pada Eclipse, untuk menghapus SDE yang sudah ada (misal karena sudah pernah menggunakan yang VP Suite 4.1), hapus direktori com.vp.* pada eclipse\plugins\ (windows) atau /usr/share/eclipse/plugins (linux) dan direktori eclipse\ (windows) atau /usr/share/eclipse/plugins (linux). Pada Linux, bisa dihapus dengan perintah “$ sudo rm -r /usr/share/eclipse/plugins/com.vp.sde.*” dan “”$ sudo rm -r /usr/share/eclipse/plugins/com.vp.sde.*”.
  3. Pada “Products License”, pilih path dari “License Key” yang ada. Silakan pilih antara “Combined license Key” (Community Edition : vpumlce.zvpl) atau “Single License Key” tergantung “License Key” yang dimiliki. Jika tidak ada, maka bisa diklik tombol “Next” saja, yang tetap membolehkan kita menggunakannya selama masa trial (biasanya 30 hari).

Menjalankan Program

  • SDE-EC: Jalankan Eclipse. Buka project yang diinginkan melalui Workspace (bagian kolom sebelah kanan, biasanya tab paling kiri). Jalankan Menu > Modelling > Start SDE-EC, nanti akan muncul tab Diagram Navigator di kolom sebelah kanan (tempat Workspace berada). Anda akan bisa membuat/modifikasi diagram UML yang diperlukan.
  • SDE-NB: Jalankan Netbeans. Buka project yang diinginkan melalui Projects (bagian kolom sebelah kanan, biasanya tab paling kiri), klik kanan dan pilih “Set as main Project”. Jalankan Menu > Tools > Start SDE-NB, nanti akan muncul tab Diagram Navigator di kolom sebelah kanan (tempat Workspace berada). Anda akan bisa membuat/modifikasi diagram UML yang diperlukan.* Untuk yang instalasi. Pada Windows, pilih dari Start Menu > Visual Paradigm. Pada Linux (Ubuntu), Application > Other.
  • Untuk yang NoInstall. Pada Windows, jalankan program dari “D:\programs\VP Suite 5.1\bin”. Pada Linux, jalankan program dari “VP Suite 5.1/bin” dengan perintah “./Visual_Paradigm_for_UML_8.1″ atau bisa diklik 2x di icon melalui nautilus (windows explorer linux) dan pilih “Run”.
Share
Evernote – Mencatat semuanya
Mar 4th, 2011 by Rudra

Saya baru-baru ini mencoba pakai Evernote untuk membuat catatan di komputer. Alasan pertama adalah karena saat ini saya menggunakan Notepad++ yang Saya rasa kurang kalau mau mencatat gambar dan attach dokumen. Biasanya saya memakai Microsoft OneNote, tetapi kok rasanya tidak nyaman. Setelah mempertimbangkan aplikasi pilihan lain, Saya melihat bahwa Evernote berjalan di iPad. Umumnya aplikasi yang dibuat di platform Apple sangat nyaman, jadi Saya tertarik untuk mencobanya.

Setelah mengunduh aplikasi Evernote di situs evernote.com, Saya langsung install program tersebut. Pertama kali dijalankan, Evernote akan meminta kita untuk mendaftar (sign up), tujuannya adalah agar bisa sinkronisasi dengan login yang sama kalau kita mengakses Evernote dari komputer ataupun device yang berbeda (device yang didukung : Web clipper, Mac OS X, Windows, iPad, iPhone / iPod Touch, BlackBerry, Palm Pre /Pal Pixi, Android).

Kemudian Saya mencoba untuk membuat catatan dengan Tombol ‘New Note’. Saya bisa membuat catatan dengan mengetik, copy-paste, dragging (untuk gambar, suara, dan pdf; untuk docx,excel, dsb memerlukan layanan premium), dan bahkan bisa menggunakan Webcam untuk mengambil gambar langsung dan menulis dengan mouse (tentu saja lebih berguna kalau menggunakan layar sentuh). Saya bisa menandai setiap catatan yang saya buat dengan tag, sehingga mencari menjadi lebih mudah. Tentu saja selain pencarian dengan tag, juga bisa dengan keyword, dan atribut dari catatan.

Agar bisa multiplatform, bisa menggunakan tombol sync untuk sinkronisasi dengan server Evernote sehingga bisa dibuka dengan platform lain. Aplikasi ini lumayan menyenangkan, saat ini Saya cukup puas dengan fitur yang dimilikinya. Tertarik untuk mencoba? Silakan kunjungi evernote.com

Share
Android SDK AVD Problem : unknown virtual device name & could not find virtual device
Feb 5th, 2011 by Rudra

Having this kind of problem when trying to use AVD in Android SDK Windows?

emulator: ERROR: unknown virtual device name: ‘Android2.2-APILevel8′

emulator: could not find virtual device name: ‘Android2.2-APILevel8′

Fear not, I have found a solution.

The problem caused by the way Android SDK read the User directory. Directory .android (the place for setting and AVD kept) are read from different places. The method first read from the registry and the other one read from the Environtment Variable. For the tools to function, we need to create an NTFS Junction for the directory. Directory .android remains on one location but is considered by the system to be in two places. Therefore it doesn’t matter where Android SDK access the configuration, it’s still the same directory.

Here’s how we fix it :

Users Default directory: C:\User\Rudra (you can change this to your user name)

Users directory which has been moved (so it might affect Envoirontment Variable and Registry): D:\Rudra

From command prompt (Start Menu > Accessories > Command Prompt) :

C:\Users\Rudra>mklink

Creates a symbolic link.

MKLINK [[/D] | [/H] | [/J]] Link Target

/D Creates a directory symbolic link. Default is a file
symbolic link.

/H Creates a hard link instead of a symbolic link.

/J Creates a Directory Junction.

Link specifies the new symbolic link name.

Target specifies the path (relative or absolute) that the new link
refers to.

C:\Users\Rudra>mklink /J .android D:\Rudra\.android

Junction created for .android <<===>> D:\Rudra\.android

Look in  directory C:\Users\Rudra,  there will be a symbolic link .android that point to D:\Rudra\.android.

Now your Android SDK should be functioning correctly. Have fun! :)

Share
Triple Boot MacOS X 10.6, Windows 7, dan Linux Ubuntu 9+
Des 15th, 2010 by Rudra

Ini adalah cara untuk bisa triple boot antara MacOS X 10.6, Windows 7 dan Linux Ubuntu 9+.

Tentu saja langkah pertama adalah melakukan instalasi MacOS X 10.6 Snow Leopard,  silakan diklik disini untuk panduannya atau cari post berjudul “Instalasi Mac OS X 10.6 Snow Leopard (Hackintosh) di Netbook”. Perbedaannya adalah pada langkah “Pada Netbook” nomor 8, ikuti cara yang ke-2 (membuat 4 partisi).

Setelah itu, langkah kedua melakukan instalasi Windows 7 (boleh juga Windows XP atau Vista). Jangan lupa untuk reboot dan booting dari DVD Instalasi Windows 7. Pada Drive Options pilih Advanced, format partisi WINDOWS menjadi NTFS (tidak harus, tapi memberikan performa lebih baik pada Sistem Operasi Windows) dan install Windows 7 di partisi tersebut. Ikuti instruksi sampai selesai. Coba untuk booting dari Windows (pilih dari Chameleon Bootloader).

Langkah ketiga adalah melakukan instalasi Ubuntu. Seperti biasa, booting dari DVD Installer Linux Ubuntu (Saya pakai versi 10.10). Panduan instalasi Linux Ubuntu dapat dilihat disini atau cari posting berjudul “Tutorial Instalasi Linux Ubuntu 10.10 Maverick Meerkat (Desktop & Server) “. Pada panduan tersebut, lewati nomor 6 & 7, langsung ke langkah 8. Pilih partisi LINUX dan klik tombol “Change”. Pilih Ext4 sebagai filesystem dan mount point :   /   . Format ulang partisi tersebut. Di windows sebelumnya, pilih partisi tersebut dan klik tombol “Install Now”. Lanjutkan kangkah instalasi.

Setelah selesai dan melakukan rebooting, GRUB2 Bootloader akan berjalan dan akan muncul pilihan sistem operasi. Masuklah dulu ke dalam Linux Ubuntu, install dengan : $ sudo apt-get install gptsync atau unduh gptsync dari internet : http://packages.ubuntu.com/maverick/gptsync install dengan : $   dpkg -i    gptsync_0.13-3ubuntu2_i386.deb.

Lakukan sinkronisasi MBR dan GPT dengan gptsync : $   gptsync   /dev/sda . Jawab Yes untuk menjalankan gptsync. Lakukan update GRUB2 bootloader : $ sudo    update-grub . Sekarang lakukan reboot Linux Ubuntu, GRUB2 bootloader akan berjalan dan menampilkan pilihan sistem operasi Linux Ubuntu, MacOS X dan Windows 7.

Silakan mencoba booting dari masing-masing sistem operasi.

Selain cara di atas, ada cara yang lebih elegan dan membuat Chameleon Bootloader dapat berperan lebih untuk MacOS X. Langkah berikut adalah langkah alternatif jika Anda ingin menggunakan Chameleon Bootloader dibanding GRUB2 Bootloader (Ilmu dasarnya disini & disini). Caranya :

  1. Masuk ke dalam Linux Ubuntu. Jalankan Terminal.
  2. Ketik : $ df
  3. catat nama device yang di mounting sebagai / . Kalau di komputer saya namanya /dev/sda5.
  4. Install grub ke dalam device (ingat, harus sesuai dengan informasi di df nama devicenya) : $ sudo grub-install   /dev/sda5 –force
  5. Tutup Terminal dan lakukan reboot pada sistem Linux Ubuntu.
  6. Boot ke dalam MacOS X (kalau tidak bisa, gunakan kembali MacOS X Install DVD yang sebelumnya telah dibuat dan pilih partisi yang sudah diinstall MacOS X).
  7. Install ulang Chameleon Bootloader atau NetbookInstaller atau myHack Installer (semuanya memiliki Chameleon Bootloader).

Bootloader akan berubah menjadi Chameleon Bootloader, silakan dicoba untuk booting masing-masing sistem operasi.

Jika ada pertanyaan silakan ditanyakan melalui komentar.

Share
Setting Internet Indosat Im3 Dengan Modem 3.5g At&T T-Mobile
Jun 23rd, 2010 by Rudra

Akhir-akhir ini saya lumayan sering ke luar kota. Cukup menyenangkan keluar sedikit dari rutinitas di kota. Tetapi karena saya susah untuk berada jauh dari internet, Saya harus putar otak bagaimana caranya supaya tetap bisa online di luar kota. Pilihan saya jatuh ke modem 3.5G dan Indosat IM3, pertimbangannya adalah karena kadang saya harus ke pelosok desa-desa sehingga koneksi pun harus menjangkau pelosok. Selain itu, karena keperluan saya hanya untuk komunikasi beberapa hari pada saat di luar kota, Saya bisa menggunakan layanan internet hariannya Indosat IM3.

Kebutuhan :

  • Modem at&t T-Mobile
  • Kartu GSM Indosat IM3 (telah aktif) dengan pulsa minimal Rp 55.000,-
  • Komputer/Notebook dengan Sistem Operasi Windows (minimal XP)

Langkah-Langkah yang harus dilakukan : Read the rest of this entry »

Share
Mengubah Direktori Program Files pada Windows XP
Sep 16th, 2009 by Rudra

Secara default, Windows XP meletakkan semua program dan software yang diinstal ke dalam direktori C:\Program Files. Ada cara yang mudah jika Anda ingin meletakkan direktori Program Files ke Partisi lain atau pun direktori lain. Cara mengubah path direktori  Program Files tersebut dapat dilakukan dengan beberapa langkah mudah : Read the rest of this entry »

Share
Cara mudah berbagi koneksi internet TELKOMSELFlash melalui Access Point WiFi alias HotSpot
Jul 6th, 2009 by Rudra

Saya kebetulan sedang ada permintaan dari teman untuk mensetting HotSpot menggunakan modem Huawei 3G TELKOMSELFlash dan Access Point LinkSys WAP54G v3.1. Tentu saja disini saya memerlukan peralatan tambahan berupa sebuah PC yang memiliki port LAN dan USB, dan memiliki sistem operasi Windows XP (menyesuaikan dengan pesanan, jadi harus menggunakan Windows).

Jadi bisa dirangkum yang diperlukan untuk membangun HotSpot ini adalah: Read the rest of this entry »

Share
SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa
© Hak cipta untaiankisah.web.id.